Dua Ekor Lembu Mati Tersengat Listrik
Dua ekor lembu betina mati dengan kondisi lengket di tiang listrik di Gampong Baro, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie
* Akibat Kabel Terkelupas
SIGLI - Dua ekor lembu betina mati dengan kondisi lengket di tiang listrik di Gampong Baro, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (14/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Hewan peliharaan warga itu masing-masing milik Abubakar (65) dan Adhar (45) warga setempat.
Abubakar kepada Serambi, Senin (14/1) mengatakan, tiang listrik itu telah terkena arus listrik karena satu kabel pada tiang yang telah terkelupas. Kabel terkelupas tersebut, kata Abubakar menyentuh tali penahan tiang yang menjulur ke tanah. Sehingga saat dua ekor lembu menyentuh tiang tersebut langsung tersengat dan meregang nyawa.
“Saat lembu itu tersengat listrik beberapa warga sempat melihatnya, tapi mereka tidak berani melepaskan lembu karena tiang itu telah tersalur arus listrik,”ujar Abubakar. Ditegaskannya, musibah yang menimpa hewan ternaknya itu hanya karena kelalaian pihak PLN yang seharusnya memeriksa tiang yang kabelnya telah rusak.
“Masih untung juga yang tersengat itu adalah hewan, jika terjadi pada manusia tentu PLN bisa dituntut ke meja hijau,”kata Adhar yang juga pemilik ternak yang mati tersengat listrik tersebut. Sedangkan menurut Jufriadi, seorang warga setempat, tiang listrik tersebut sudah dua kali terjadi terjadi konslet hingga arus listrik tersalur ke tinag. “Kala itu saya sempat tersengat saat menyentuh tiang listrik itu. Nasib baik, saat itu tidak hujan sehingga saya terhindar dari maut,” kata Jufradi. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan pihak PLN bertanggungjawab terhadap matinya dua ekor sapi milik warga itu.(naz)
tanggapan keuchik
Sudah Lapor ke PLN
Keuchik Gampong Baro, Iskandar Jamil kepada Serambi Senin (14/1) mengatakan, peristiwa matinya dua ekor lembu di tiang listrik telah dilaporkan secara resmi kepada PLN. Katanya, petugas langsung datang ke lokasi dan telah memperbaiki kabel yang rusak itu.
Namun, keuchik Iskandar juga mengatakan salah satu rumah yakni milik Laili yang lampu listriknya hingga sore kemarin belum normal menyala pascaperistiwa itu. Keuchik juga berharap pihak PLN senantiasa mengontrol kabel dan tiang lisrik, sehingga tidak menjadi malapetaka bagi masyarakat.(naz)