Senin, 15 Juni 2026

Serambi Kuliner

Menikmati Rujak Ujong Blang

SEKELOMPOK remaja putri sore itu sudah berkumpul di sebuah pondok rujak di Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. Tiba-tiba suasana pondok

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Menikmati Rujak Ujong Blang
SERAMBI/JAFARUDDIN
Pedagang pondok sudi mampir Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe sedang mempersiapkan rujak.
SEKELOMPOK remaja putri sore itu sudah berkumpul di sebuah pondok rujak di Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. Tiba-tiba suasana pondok itu menjadi riuh dengan aktivitas remaja itu yang sedang kejar-kejaran dalam pondok itu yang dipenuhi meja makan itu. Suasana bertambah gaduh dengan suara ombak menghantam tepi pantai tersebut. Mereka adalah siswa dari salah satu sekolah di Lhokseumawe yang sedang merayakan ulang tahun temannya di Pondok Rujak ‘Sudi Mampir’ milik Daud Usman (55).  

Sementara itu, seorang perempuan bermuka tirus mengenakan baju gamis dan berjilbab hitam, sedang sibuk mengiris buah-buahan ke cobek batu. Tak lama kemudian, perempuan itu menaruh rujak ke dalam piring untuk disajikan kepada pengunjung. Dia adalah Nurhayati, istri Daud, pedagang rujak di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Tiap hari kawasan itu selalu ramai dikunjungi kalangan remaja hingga orang dewasa. Ada yang datang dengan teman dan ada pula yang datang bersama keluarga. Bahkan, setiap Sabtu dan Minggu pondok rujak yang berjejer rapi di pinggir pantai itu mulai kawasan Desa Hagu Barat Laut, Ulee Jalan, dan Ujong Blang selalu dipadati warga. Semua pondok di kawasan tepi pantai itu menyajikan rujak sebagai menu utama rujak.

Kawasan Ujong Blang dan sekitarnya memang dikenal dengan rujak yang memiliki sensasi rasa enak. Sehingga mampu memikat pengunjung yang ingin memanjakan lidah dengan rujak yang pedas. Bahkan bisa bikin kangen dan ketagihan. Apalagi buah-buahan yang dipakai untuk rujak di kawasan itu selalu buah-buahan segar.

Untuk satu porsi rujak, pedagang setidaknya menggunakan sampai belasan jenis buah-buahan, seperti pepaya, mangga, kedondong, bengkuang, nenas, jambu, mentimun, rumbia, ketela, dan terkadang juga ada pisang klutuk. Untuk menambah rasa rujak supaya lebih enak, pedagang di kawasan itu juga menambah buah batok ke dalam rujak. Lalu buah-buahan itu diguyur manisan aren asli ditambah bumbu kacang tanah yang telah digoreng.

Perpaduan buah-buahan segar dan bumbu yang maknyos membuat rujak di kawasan pantai Ujong Blang dan sekitarnya menjadi menu favorit dan pantas untuk dicoba oleh siapa saja yang datang ke kawasan wisata itu. Apalagi, untuk satu porsi rujak Anda hanya perlu mengeluarkan uang dari kantong Rp 7000.

Namun, tak semua pedagang di kawasan itu menggunakan manisan sebagai bahan untuk bumbu rujak. Sebagian pedagang melumuri buah-buahan dengan gula batangan. Namun, rasanya tetap enak. “Tapi, kalau rujak kami sampai sekarang masih menggunakan manisan,” kata Nurhayati.

Sekitar tahun 1970-an, hanya tujuh pondok rujak di kawasan itu. Dari tujuh pondok itu, hanya dua pondok yang masih bisa bertahan sampia sekarang. Dua pedagang rujak yang sudah cukup dikenal bukan hanya peminat rujak di kawasan Lhokseumawe, tapi juga dari luar Lhokseumawe adalah Daud Usman (55), suami dari Nurhayati dan M Jamal Amin (73). Sampai sekarang, pondok rujak mereka masih dicari warga yang telah mencicipinya. Awalnya, mereka berjualan di samping cottage. Ketika itu, dalam sehari penghasilan mereka mencapai jutaan rupiah.

Daud mulai berjualan rujak bersama ibunya ketika ia masih remaja. Rujak ibu Daud cukup dikenal saat itu di kawasan Hagu Barat Laut. Namun, setelah menikah dengan Nurhayati, Daud membuka pondok rujak sendiri di kawasan Ujong Blang dan sampai sekarang Daud masih berjualan rujak. Dari hasil rujak itu dia sekarang telah berhasil membangun rumah berkonstruksi beton dan membiaya pendidikan anaknya sampai ke perguruan tinggi.

“Usaha kami dulu sempat terhenti ketika masa konflik. Namun setelah damai kami bangun lagi. Ini pekerjaan tetap kami,” kata Nurhayati. Selain berjualan rujak, dia juga berjualan makanan lain seperti mi goreng, kelapa muda, dan minuman soft drink seperti sprite, teh botol, fanta, dan air tebu.

Sementara Jamal juga mulai menjual rujak di kawasan itu ketika usianya sudah menanjak dewasa. Pria bertumbuh tambun itu sampai sekarang masih terlihat gigih. Meski hanya berjualan rujak, tapi Jamal mampu membangun rumah konstruksi beton dan telah merasakan nikmatnya berjualan rujak.

“Dulu memang sangat banyak pengunjung dari pagi sampai tengah malam. Dalam satu hari penghasilan kami jutaan,” ujar Jamal. Selain Daud dan Jamal, di Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe juga cukup banyak pondok lain yang menjual rujak. Namun, di kedua pondok itu pembelinya lebih ramai dibanding yang lain.

Selain di Ujong Blang, enaknya rujak juga dapat dinikamri di Pantai Rancong, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Setiap Sabtu dan Minggu kawasan itu juga selalu disesaki pengunjung dari berbagai daerah. Warga bukan hanya dapat untuk menikmati beragamnya menu kuliner di tempat tersebut, tapi suasana pantai yang sejuk dan keindahan Pulau Seumadu membuat para pengunjung betah hingga berjam-jam di kawasan itu.

Salah seorang pedagang rujak yang sudah cukup dikenal pengunjung wisata di lokasi itu adalah Budiman (27), pemuda Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Ia telah lama berjualan di Batam. Namun, pascadamai, dia kembali menjual rujak di kawasan tersebut.

“Saya buka setiap hari sampai malam. Meskipun tempat orang lain hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu, tapi di tempat saya setiap hari ramai orang. Kebanyakan langganan saya dari PNS dan karyawan swasta,” katanya.(jafaruddin)

Bumbunya Komplit
RASA rujak yang dijual di kawasan Pantai Ujong Blang dan Rancong memang berbeda dengan rujak di tempat lain yang pernah saya cicipi. Satu hal mungkin yang membuat rasa rujak di dua lokasi itu berbeda dengan tempat lain, dimana penjualnya menggunakan manisan aren asli serta bahan lain yang komplit. Selain itu buah-buahan untuk bahan rujak juga masih segar. Memang bumbu rujaknya tetap diracik seperti bumbu rujak pada umumnya, menggunakan cobek batu. Tapi rasa bumbunya bikin kita ketagihan. Sebagai pelengkap bumbu dicampur dengan kacang tanah yang telah digoreng hingga menambah cita rasa gurih di rujaknya.
* Afrina Dewi, warga Lhokseumawe.(c37)

Perlu Ditata
PERHATIAN Pemko Lhokseumawe untuk pedagang kuliner selama ini memang ada, tapi belum maksimal. Artinya, masih ADA lokasi kuliner di Lhokseumawe belum tertata dengan baik, padahal itu salah satu sumber pendapat warga. Untuk itu, kita berharap pemko segera menata tempat itu dengan baik supaya tidak terkesan kumuh. Kita jangan hanya mengandalkan jajanan kuliner dari luar daerah saja, tapi Kota Lhokseumawe juga harus punya ciri khas sendiri.
* Teuku Andi Rahman, Dosen asal Lhokseumawe.(c37)    

Layak Untuk Dipromosi
KAWASAN Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti dan Pantai Pulo Seumadu kawasan Rancong, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe layak untuk dipromosikan hingga ke luar daerah, sehingga lebih dikenal lagi. Namun, Pemko Lhokseumawe harus mengembangkan kawasan itu lokasi wisata itu menjadi lokasi khas kuliner di Lhokseumawe. Dengan demikian akan membantu masyarakat menjajakan kulinernya dan pasti akan meningkatkan pendapatan warga sekitar lokasi itu.
* Tara Tantya, Mahasiswi yang Berdomisili di Lhokseumawe.(c37)

Sekdako: Sedang Kita Kembangkan
MEMANG belum ada ciri khas kuliner di Lhokseumawe, karena itu kami sekarang sedang berupaya untuk mempatenkan salah satu jenis kulinar yang bisa menjadi khas Lhokseumawe. Pemko Lhokseumawe sekarang juga sedang mengembangkan kawasan jalan lingkar dari Ujong, Kecamatan Banda Sakti sampai ke Alue Kala, Kecamatan Muara Satu sebagai pusat  kuliner di Lhokseumawe. Sehingga nanti kawasan itu menjadi tempat bagi pedagang yang ingin menjajakan kuliner, seperti ikan bakar, rujak, dan sejumlah jajanan lain.

Kita targetkan program pengembangan kawasan kuliner di Lhokseumawe bisa selesai tahun 2017. Sehingga ketika ada tamu dari luar daerah kita bisa memperkenalkan kuliner khas Lhokseumawe sekaligus untuk menarik minat dari tamu luar daerah.

Selain itu, Dinas Perindustrian, Perdagngan, dan Koperasi selama ini juga telah menyalurkan sejumlah bantuan modal usaha, bukan hanya bagi pedagang jajanan kuliner yang ada di Lhokseumawe tapi juga bagi pedagang lain. Setiap proposal yang diajukan selama ini tetap dibantu sesuai kemampuan keungan daerah.
* Dasni Yuzar SH MM, Sekdako Lhokseumawe.(c37)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved