LIBaS
Investasi
JUDUL di atas sering disebut dalam setiap kegiatan bisnis dan pada setiap usaha memajukan perekonomian suatu daerah
Dalam pendekatan bisnis ansich, investasi diistilahkan dengan pengertian keuangan dan ekonomi. Istilah itu menjurus pada suatu harapan mendapat keuntungan di masa depan, investasi juga biasa dikaitkan sebagai penanaman modal.
Di luar istilah konvensioal terkait investasi di atas, Kita bisa melakukan pendekatan sederhana dalam memahami apa sebenarnya investasi itu? Pada pengertian yang cukup simpel, berinvestasi artinya melakukan apa pun untuk tidak berdiam diri, alias menganggur.
Investasi tidak hanya soal uang, Kita bisa berinvestasi sosial, berinvestasi kebaikan kepada orang lain, dan tentu Kita bisa berinvetasi kejujuran. Ketika Kita berinvestasi kebaikan, jaminan keuntunganya tidak dihitung saat itu juga, sebagaimana halnya hitungan untung rugi keuangan dalam perspektif bisnis. Begitu halnya, saat Kita berinvestasi kejujuran, nilai bayaran investasi jujur tentu akan terbayar pada kesempatan lain dengan nilai jauh dari yang biasa Kita dapatkan.
Berinvestasi kebaikan, seperti menolong kesusahan orang, maka yakinlah bahwa Allah Swt juga akan menolong Kita, itu pasti sebagaimana janji Nya. Untuk itu, hindarilah berinvestasi kejelekan yang tidak mendatangkan manfaat apa pun bagi kehidupan Kita ke depan.
Menganggur, duduk-duduk santai tak menghasilkan apa pun adalah bentuk investasi jelek yang akan mengundang kejelekan di masa depan, yakni kerugian. Menfitnah, suka berbohong, biasa menipu orang adalah investasi kejelekan yang akan mendapat peluang kejelekan di masa depan, termasuk dalam hal berbisnis. Orang yang suka berbohong, yakinlah ia tidak akan mendapat tempat di hati para investor bisnis yang memiliki banyak modal usaha.
Apa kaitan investasi dengan kajian inspirasi bisnis kali ini? tentu, sebagai pebisnis Kita harus mulai membiasakan diri berinvestasi dalam hal kebaikan, sebab hanya dengan pola-pola demikianlah, para pebisnis sukses itu meraup untung di kemudian hari justru karena investasi yang sangat sederhana seperti contoh-contoh di atas.
Sudahkah Kita melakukan hal-hal sederhana dalam berinvestasi untuk masa depan Kita dengan cara berbuat baik, beriman, dan bertaqwa? Jika belum ada baiknya Kita kembali merenungkan Firman Allah Swt dalam Alquran surat Ath Thalaq ayat 2-3 berikut ini, “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (*)