Kamis, 30 April 2026

Rekonstruksi Pembunuhan Kader PNA

Kasus Cekgu Seret Elite PA

Pembunuhan T Muhammad Zainal Abidin (30) alias Cekgu, kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie yang terjadi beberapa waktu lalu direkonstruksi

Tayang:
Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Kasus Cekgu Seret Elite PA
SERAMBI/M NAZAR
Khairul Anshari (34) warga Gampong Didoh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Jumat (31/5), memperagakan cara menembak T Muhammad Zainal Abidin (30) kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie, dalam reka ulang yang dilaksanakan di mapolres setempat. SERAMBI/M NAZAR

Mengetahui Cekgu sudah pulang, Munir mendatangi Khairul Anshari di gudang sarang walet di Kota Mini Beureunuen. Khairul pun mengambil pistol di dalam gudang tersebut. Dengan menggunakan sepeda motor, Munir dan Khairul pergi ke Simpang Keumangan, Kecamatan Mutiara, untuk bertemu Cekgu.

Sesampai di Simpang Keumangan, Munir dan Khairul naik ke mobil Cekgu, Avanza BK 1690 QG. Munir duduk di samping Cekgu yang mengemudikan mobil, sedangkan Khairul duduk di belakang.

Di dalam mobil, Cekgu bertanya kepada Munir mengapa Khairul ada bersama mereka. Tapi, Munir tidak menjawab. Mobil pun melaju ke arah Gampong Tidiek hingga Gampong Gajah.

Dalam perjalanan, Khairul mengirimkan pesan singkat (sms) kepada Munir, menanyakan kapan Cekgu ditembak. Munir menjawab jika sudah di tempat sepi.

Saat mobil melaju di kawasan Bungie dan Waido, Khairul pun menembak Cekgu dari arah belakang. Cekgu roboh ke pangkuan Munir dan Munir berusaha menhentikan laju mobil. Saat mobil berhenti, jasad Cekgu yang berlumuran darah ditarik ke bagasi mobil. Khairul beralih menjadi sopir dan pistol yang digunakan untuk mengeksekusi Cekgu diserahkan ke Munir.

Dalam perjalanan menuju lapangan sepakbola Pertamina di Gampong Sagoe, Kemukiman Beureueh, Kecamatan Mutiara, Munir menghubungi Jufri supaya menunggu di lapangan di pinggir Krueng Tiro itu.  Sesampai di pinggir sungai itu, Jufri dan Khairul mendorong Avanza yang berisi jasad Cekgu ke aliran sungai. Adapun Munir hanya berdiri mengawasi saja. Selanjutnya, Jufri mengemudikan sepeda motor membonceng Khairul dan Munir menuju Kota Mini Beureunuen.

Setelah pembunuhan, yaitu Jumat 26 Mei 2013, Munir menjumpai Bustab di rumahnya. Kali ini, Bustab memberikan lagi uang Rp 2 juta kepada Munir. Sedangkan yang Rp 50 juta dijanjikan saat ia pulang dari Banda Aceh.

Pada hari yang sama, Munir didampingi Khairul bertemu Tgk Ilyas di Kota Mini. Tgk Ilyas menyerahkan uang Rp 3 juta kepada keduanya. Adegan ini terekam dalam adegan 33. Rangkaian rekonstruksi berakhir pukul 11.45 WIB.(naz/C43)

pemeran rekonstruksi

* Bustab (42), warga Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie selaku tersangka yang ikut mendanai pembunuhan Cekgu * Munir (33), warga Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie yang ikut mengatur eksekusi * Khairul Anshari (34), warga Gampong Didoh, Kecamatan Muara Timur, Pidie, eksekutor * Brigadir Mukhlis, anggota Polres Pidie memerankan Cekgu * Berstatus DPO (Tidak tampil di rekonstruksi): Tgk Ilyas, Bang Sen, Jufri

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved