Culik Pekerja Asing
Malcom Dibebaskan di Kebun Sawit
Setelah dinyatakan hilang karena diculik kelompok bersenjata api sejak Selasa (11/6) siang, Malcom Campbel Primrose (62), akhirnya dibebaskan
* Sempat Diminta Tebusan Rp 5 Miliar
IDI – Setelah dinyatakan hilang karena diculik kelompok bersenjata api sejak Selasa (11/6) siang, Malcom Campbel Primrose (62), akhirnya dibebaskan penculiknya Kamis (13/6) sekitar pukul 06.00 WIB, tanpa perlu membayar uang tebusan. Kondisi fisiknya sehat dan sudah bertemu dengan istrinya yang berdarah Aceh, Nora (bukan Nursiah).
Warga Skotlandia, Inggris itu ditemukan pertama kali oleh Abdurrahman, security PT Wira Perca, saat melapor ke pos keamanan perusahaan tersebut di kawasan perkebunan sawit Rantau Seulamat, Aceh Timur. Ia berjalan mendekati pos keamanan, memakai tongkat kayu. Padahal, saaat diculik dari mobil Pajero Sport BK 1733 ZN sekitar pukul 11.00 WIB Selasa lalu di Desa Lubok Pempeng, Kecamatan Peureulak Kota, Malcom tidak memerlukan tongkat untuk berjalan.
Saat bertemu Abdurrahman di Rantau Seulamat, Malcom sudah hampir satu jam berjalan kaki dari tempat ia dibebaskan para penculiknya. Lokasi ditemukannya sang companyman drilling PT Medco E&P Malaka itu berjarak sekitar satu jam dari tempatnya diculik empat hari lalu.
Informasi ditemukannya Malcom dalam keadaan selamat kemarin pagi cepat tersebar ke khalayak, terutama melalui SMS dan BBM. Fotonya saat menelepon pakai handphone di depan Mapolsek Ranto Peureulak juga tersebar luas melalui BBM dan MMS.
Malcom dijemput di Mapolsek Ranto Peureulak langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi yang didampingi Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir SIK. Bupati Aceh Timur, Hasballah dan Wakil Bupati Syahrul juga ikut menjemput.
Selanjutnya, Malcom yang ahli pengeboran migas itu dibawa ke Ranto Peureulak. Di sini ia mendapat pertolongan medis. Istrinya kemudian datang. Saat pertama bertemu, Malcom memeluk erat istrinya yang punya nama panggilan, Nur atau Nora, bukan Nursiah sebagaimana dilansir koran ini kemarin.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Efendi, dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolsek Ranto Peureulak didampingi Malcom dan Nora, serta Samin Tanjung selaku Manager Operation PT Medco E&P Malaka, mengatakan kondisi Malcom dalam keadaan sehat saat ditemukan.
Sebelumnya, kata Kapolda, polisi setempat telah memeriksa sebelas saksi, termasuk istri Malcom dan keluarga istrinya yang datang dari Lhokseumawe ke Aceh Timur. Nora memang kelahiran Lhokseumawe, namun bermukim di Medan, Sumatera Utara.
“Korban ditemukan Abdurrahman saat berjalan menggunakan tongkat sejauh hampir satu jam dari lokasi ia dilepaskan penculiknya. Malcom kemudian mendapatkan perawatan medis. Penemuan Malcom berkat kerja sama semua pihak, yakni polisi, TNI, maupun tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Kapolda.
Meski Malcom sudah ditemukan selamat, tapi Kapolda Aceh bertekad tetap akan mengusut tuntas kasus penculikan itu. Apalagi pelaku sempat meminta via telepon uang tebusan, semula Rp 1 miliar, lalu kemudian meningkat jadi Rp 5 miliar, pada istri Malcom. Namun, tanpa dibayar sepeser pun, Malcom sudah dibebaskan penculiknya. Tak jelas apa sebabnya.
Kapolda sangat menyesalkan terjadinya penculikan itu, karena dapat merusak citra Aceh yang keamanannya semakin membaik pascadamai. “Aceh kini dalam situasi kondusif. Jadi, jangan ada lagi aksi premanisme yang dapat merusak perdamaian Aceh,” imbuh Kapolda Herman Efendi.
Sementara itu, Manager Operational PT Medco E&P Malaka, Samin Tanjung, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Kapolda yang ikut menjemput Malcom dari Mapolsek Ranto Peureulak, setelah dibebaskan para penculiknya.
“Terkait Malcom, bukan tidak diberikan sama sekali pengamanan terhadapnya saat bertugas, namun ini murni musibah. Hal ini juga akan menjadi pelajaran bagi kami semua,” ujarnya. (na)