Culik Pekerja Asing
Malcom: Orang Aceh Itu Baik-baik
Sekitar 31 jam berada dalam “kuasa” tujuh penculiknya yang satu di antaranya bersenjata api, Malcom Campbel Primrose (62)
“Selama bersama penculik, kami sering berpindah-pindah tempat. Namun, saya diperlakukan secara baik oleh mereka, diberi makan,” kata Malcom yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Omongannya diterjemahkan Nora, istrinya yang kelahiran Kota Lhokseumawe.
Malcom menyebutkan, pria yang menculiknya antara enam hingga tujuh orang. Namun, yang selalu mengikutinya hanya empat orang. Keempat mereka memakai kain penutup wajah (sebo). Hanya satu yang terlihat oleh Malcom memegang sepucuk senjata api laras panjang. “Beberapa orang lainnya menggenggam parang,” ujarnya kemarin.
Meski bersenjata api dan tajam, para pelaku tidak pernah menggunakan senjata tersebut untuk mengintimadasi Malcom. “Orang Aceh itu baik-baik, saya di Indonesia sudah 32 tahun dan bekerja di ExxonMobil sudah 23 tahun,” tambahnya.
Menurut Malcom, selama di tangan penculik, ia diberi makan dan dilepaskan dalam keadaan sehat bugar.
Saat ditanya, siapa para pria bersebo yang menculiknya, Malcom menyatakan, mereka hanyalah preman yang ingin mendapatkan uang tanpa bekerja. (nasruddin)