Rabu, 10 Juni 2026

Kenaikan BBM

Galus Perketat Penyaluran BBM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues (Galus) mulai memperketat penyaluran BBM bersubsidi dari SPBU kepada

Tayang:
Editor: bakri
* Pengecer Segera Dirazia

BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues (Galus) mulai memperketat penyaluran BBM bersubsidi dari SPBU kepada masyarakat. Tim gabungan juga akan melakukan razia besar-besaran terhadap para pedagag pengecer BBM yang tidak berizin dalam waktu dekat ini, sebagai upaya mencegah penimbunan dan kelangkaan BBM.

Keputusan itu diambil setelah pihak Pemkab Galus yang diwakili Sekdakab Drs Abubakar Djasbi, asisten dan staf ahli bersama TNI Kodim 0113/Galus dan Polres mengelar pertemuan. Para kepala dinas, kantor atau badan dan perwakilan pengelola SPBU, Yani dari Pengkala dan Rita dari SPBU Raklunung. juga hadir di oproom Setdakab, Senin (17/6) pagi.

“Dengan adanya rencana kenaikan harga BBM oleh Pemerintah, Pemkab Galus akan menggelar razia besar-besaran untuk menertibkan para agen pengecer yang tidak mengantongi surat izin usaha,” jelas Abubakar Djasbi. Dia menambahkan, penyaluran dan pendistribusian BBM harus diawasi secara ketat dengan melibatkan pihak terkait.

Sekdakab juga meminta pengelola SPBU untuk melaporkan adanya berbagai tekanan dalam pendistribusian BBM kepada masyarakat. “Besok (hari ini-red), tim gabungan mulai melakukan razia penertiban penyaluran BBM,” urainya. Dia berharap, tidak ada pihak-pihak tertentu yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi, baik bensin maupun solar. Tim gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP dan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah staf ahli bupati menyatakan berdasarkan pengakuan pengelola SPBU, kuota BBM, baik bensin atau solar mencapai 32 ton per hari. Tetapi, dengan jumlah kendaraan tidak sebanyak  kawasan pesisir Aceh, stok BBM cepat habis di SPBU, tetapi melimpah di pedagang pengecer.

Sedangkan pihak SPBU yang kerap mengatakan mobil tanki Pertamina sedang dalam perjalanan dari Medan, tetapi seratusan kendaraan pedagang pengecer sudah antre di SPBU. “Penertiban pendistribusian BBM sudah menjadi tugas semua pihak, tetapi tim gabungan harus mampu bekerja dengan baik, sehingga tidak ada lagi kelangkaan BBM,”ujar staf ahli bBupati, Abd Manaf SE.

Seperti dilansir harian ini sebelumnya, kawasan Galus kerap terjadi kelangkaan BBM, akibat SPBU diserbu pedagang pengecer.(c40)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved