MTQ Ke 31
Wagub Buka MTQ Aceh
Wagub Aceh, Muzakir Manaf, malam tadi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Aceh di Kota Subulussalam
* Diawali Parade Kontingen dan Penampilan Qari Internasional
* Hujan Deras Mengguyur Usai Pembukaan
SUBULUSSALAM – Wagub Aceh, Muzakir Manaf, malam tadi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Aceh di Kota Subulussalam. Sebanyak 862 anggota kafilah dari 23 kabupaten/kota se-Aceh siap berkompetisi pada tujuh cabang yang diperlombakan.
Pembukaan MTQ ke-31 tingkat Provinsi Aceh yang dipusatkan di Lapangan Sada Kata, Kompleks Perkantoran Pemko Subulussalam, Minggu (23/6) malam ditandai dengan penekanan sirine oleh Wagub Muzakir Manaf. Beberapa saat sebelum pembukaan, terlebih dahulu ditampilkan pembacaan Alquran oleh qari internasional, H Darwin Hasibuan SPdI.
Wagub Muzakir Manaf didampingi Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti selaku Ketua Umum Panitia MTQ ke-31 tiba di lokasi acara sekitar pukul 21.15 WIB. Wagub yang juga didampingi sejumlah pejabat provinsi disambut pertunjukan drum band dari kelompok Gita Sada Kata dan dilanjutkan parade kontingen diawali kafilah Kota Sabang dan diakhiri tuan rumah Kota Subulussalam.
Beberapa saat usai rangkaian pembukaan, cuaca yang sebelumnya cerah tiba-tiba berubah dengan guyuran hujan. Ribuan warga yang menyaksikan seremoni tersebut di tempat terbuka berhamburan mencari tempat berteduh.
Dalam pidatonya ketika membuka MTQ ke-31 tingkat Provinsi Aceh, Wagub mengatakan, MTQ merupakan momen yang amat tepat untuk membangkitkan kembali semangat keislaman rakyat Bumoe Seuramoe Mekkah. MTQ hendaknya menjadi sarana penguatan nilai-nilai Islam terhadap generasi Aceh sekaligus ajang penggemblengan bagi duta-duta Aceh yang akan berjuang di tingkat nasional pada Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) 2013 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan selanjutnya mengikuti MTQN 2014 di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam bagian lain pidatonya, Wagub Aceh menyinggung fenomena sosial keagamaan di daerah ini yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, maraknya pembangunan masjid. Menurutnya, Pemerintah senantiasa mendukung pembangunan masjid serta pengembangan kegiatan keagamaan lainnya.
Data per Desember 2009, jumlah masjid di Aceh sebanyak 3.773 unit. Jumlah itu dipastikan terus bertambah. “Ini tentu merupakan perkembangan yang sangat baik. Namun, amat disayangkan, jumlah jamaah yang shalat terkesan amat sedikit. Untuk itu, ke depan harus menjadi perhatian bersama untuk memakmurkan rumah Allah,” katanya.
Fenomena kedua, terkait kecintaan pada Alquran. Dulu sewaktu magrib, sering terdengar gempita anak-anak dan anggota keluarga mengaji. Sayangnya, kearifan lokal ini telah mulai tercabut dari akar budaya Aceh. Aktivitas mengaji ba’da magrib sudah tergantikan nonton tivi dan duduk di warung kopi. Akibatnya, banyak generasi muda buta huruf Alquran.
Wagub mengatakan, beberapa waktu lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Goethe Institute dan The Friedrich Naumann Foundation for Freedom melakukan survei terhadap 1.496 kaum muda muslim berusia 15 hingga 25 tahun yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Salah satu hasil penelitian, hanya 28,7 persen dari 1.496 kaum muda muslim yang mengaku selalu melaksanakan shalat lima waktu.
Kemudian, lanjut Muzakir, masih berdasarkan hasil survei yang sama, menunjukkan hanya 10,8 persen yang selalu membaca Alquran dan 59,6 persen menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan. “Fakta tersebut amat memprihatinkan, karena itu, dalam kapasitas sebagai Pimpinan Pemerintah Aceh, saya sangat mendukung program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (M3) yang digerakkan oleh Kementerian Agama RI. Saya yakin, dengan gerakan ini kita akan dapat menangkal pengaruh negatif dari perkembangan zaman yang semakin mengkhawatirkan,” demikian Wagub Aceh.
Dengan dibukanya MTQ ke-31 tersebut, sebanyak 862 qari, qariah, hafiz dan hafizah se-Provinsi Aceh sudah siap berkompetisi dalam tujuh cabang yang diperlombakan hingga delapan hari ke depan.
Cabang-cabang yang diperlombakan meliputi tilawatil Quran, tahfiz Quran, Tafsir Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, dan musabaqah makalah ilmiah Quran (M21Q).
Perlombaan berlangsung di tujuh lokasi berbeda yang telah ditetapkan panitia dengan melibatkan 84 orang anggota dewan hakim. Pada MTQ ke-31 tahun ini, hanya dua kabupaten/kota yang lengkap mengirimkan utusan, yaitu Aceh Utara dan Kota Banda Aceh masing-masing 45 peserta.(kh/c39)