MTQ Ke 31
Jadi Tuan Rumah, Sabang Siap Bagikan Gula
Perebutan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-32 Aceh pada tahun 2015 nanti sepertinya akan berlangsung cukup ketat
SUBULUSSALAM - Perebutan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-32 Aceh pada tahun 2015 nanti sepertinya akan berlangsung cukup ketat. Sejumlah daerah sudah mengambil ancang-ancang untuk memperebutkan posisi tersebut.
Setelah sebelumnya Kabupaten Simeuleu, kali ini gantian Sabang yang mengajukan diri menjadi tuan rumah. Bahkan dengan menawarkan sejumlah iming-iming, antara lain menggratiskan transportasi kepada seluruh kontingen untuk mengunjungi lokasi wisata.
“Kalau Sabang menjadi tuan rumah MTQ tahun 2015 nanti, kami akan memberikan ‘Sertifikat Nol Kilometer’ yang ditandatangani Wali Kota untuk diberikan kepada seluruh peserta sebagai bukti telah sampai ke Sabang,” kata Ketua Kontingen Kota Sabang, H Ramli Yus, SH, kepada Serambi, Jum’at (28/6).
Selain itu pihaknya juga berjanji akan menghadiahi setiap kontingen dengan satu paket oleh-oleh berisi lima kilogram gula pasir. “Jadi kalau orang pulang dari Mekkah bawa air jam-jam, nanti dari Sabang bawa gula,” tambah Ramli Yus.
Menurut Ramli, Wali Kota Sabang telah menginstruksikankepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) setempat untuk segera melayangkan surat pengajuan menjadi tuan rumah MTQ.
Ramli sendiri mengaku ikut menghadiri MTQ ke-31 di Subulussalam ini sekaligus bertujuan untuk belajar dari Kota Subulussalam selaku tuan rumah. Ia datang bersama 49 official atau pendamping.
Sabang dia pastikan sangat siap menjadi tuan rumah, karena telah didukung dengan berbagai fasilitas, termasuk armada pengangkut dari Banda Aceh yang berjumlah empat unit kapal Feri. “Dari hasil komunikasi kami dengan beberapa kontingen MTQ di Subulussalam, semua mengatakan berminat berkunjung ke Sabang,” tutur Ramli Yus yang didampingi Anwar Alsa, Zukri Ramli dan Nasri.
Ia menambahkan, perhelatan MTQ ke-32 di Sabang nanti merupakan momen tepat bagi rakyat Aceh untuk berkunjung ke Sabang yang memang sudah terkenal akan keindahan pariwisatanya. “Masa orang luar Aceh sering ke Sabang, sementara rakyat Aceh sendiri masih banyak yang belum pernah menginjakan kakinya di Sabang,” timpal Ramli.(kh)