MTQ Ke 31
Lobi Jadi Tuan Rumah MTQ 2015 Makin Gencar
Hasrat sejumlah kabupaten/kota untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-32 Aceh
* Lhokseumawe Janji Manjakan Kafilah dengan Beragam Fasilitas
SUBULUSSALAM – Hasrat sejumlah kabupaten/kota untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-32 Aceh Tahun 2015 semakin tinggi. Menjelang akhir MTQ Ke-31 di Subulussalam, lobi-lobi untuk mewujudkan harapan tersebut semakin gencar dilakukan.
Dalam catatan Serambi, ada sejumlah daerah yang telah menyatakan kesiapan kalau dipercayakan menjadi tuan rumah MTQ Ke-32 Tahun 2015, di antaranya Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Simeulue, Kota Sabang, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh, Usamah El-Madny mengatakan, kabupaten/kota yang mengajukan untuk menjadi tuan rumah MTQ Ke-32 Aceh 2015 masing-masing Aceh Besar, Pidie, Nagan Raya, dan Lhokseumawe. Namun sejauh ini hanya Lhokseumawe yang mengajukan dengan suratlengkap bersama proposal. Sedangkan Aceh Besar, Nagan Raya, dan Pidie hanya selembar surat. Sedangkan Kabupaten Simelue dan Kota Sabang belum mengajukan secara resmi maupun lisan.
Menurut Usamah, pihaknya masih membuka peluang bagi seluruh kabupaten/kota untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah MTQ Ke-32. Seminggu setelah MTQ 31 berakhir, Dinas Syariat Islam Aceh akan membentuk tim verifikasi. Kabupaten/kota yang mengajukan menjadi tuan rumah akan diundang mempresentasikan kesiapan mereka seperti sarana dan dukungan masyarakat. “Setelah presentasi, tim Dinas Syariat Islam Aceh akan turun ke daerah untuk verifikasi faktual. Hasilnya akan disampaikan kepada gubernur untuk di-SK-kan daerah mana yang layak menjadi tuan rumah,” kata Usamah.
Informasi terbaru menyebutkan, keinginan Kota Lhokseumawe ternyata cukup kuat bahkan sudah dilakukan beberapa langkah konkrit untuk mewujudkan harapan itu. Pemko Lhokseumawe sejak April lalu sudah membuat proposal dan surat ke seluruh kabupaten/kota di Aceh agar didukung menjadi tuan rumah MTQ 2015. “Sejak jauh-jauh hari kami sudah buat proposal kepada Pak Gubernur Aceh untuk menjadi tuan rumah MTQ Ke-32 Tahun 2015,” kata Kadis Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Zulkfili SAg MPd kepada Serambi, Sabtu (29/6).
Menurut Zulkfili, Kota Lhokseumawe pantas menjadi tuan rumah MTQ 2015 mendatang karena berbagai fasilitas yang dimiliki. Dia mencontohkan, Masjid Islamic Center yang memiliki hamparan lahan lebih enam hektare. Lokasi tersebut menurut Zulkfili sangat layak menjadi pusat pelaksanaan MTQ Aceh Ke-32. “Di seputaran Islamic Center juga terdapat masjid-masjid yang dapat menjadi lokasi perlombaan berbagai cabang,” katanya.
Sedangkan untuk penginapan, Lhokseumawe juga memiliki sejumlah hotel/wisma, antara lain Hotel Lido Graha, Hotel Cakradonya, Hotel Cut Meutia, Hotel Vina Vira, Hotel Kuta Karang Baru, Wisma Kuta Karang Lama, Wisma Pase, dan Wisma Kartika. “Pokoknya kita akan memanjakan semua kafilah termasuk dewan hakim dengan berbagai fasilitas yang kita miliki,” kata Zulkifli penuh semangat. “Pemko Lhokseumawe juga siap memberikan fasilitas pemondokan yang refresentatif untuk seluruh kontingen kabupaten/kota yakni di lokasi perumahan PT Arun,” lanjutnya.
Zulkifli juga menjanjikan souvenir berupa tas untuk seluruh kontingen. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan rekaman kegiatan semua peserta yang tampil dalam bentuk compact disc sehingga masing-masing kafilah tidak perlu membawa kameramen dari daerah.
“Mengenai juru masak untuk kafilah juga kami datangkan langsung dari daerah asal kafilah sehingga menu yang disajikan sesuai selera masing-masing,” demikian Zulkfli.(kh)