Jangan Jadikan Anak sebagai Pembantu Cilik
Psikolog, Dahlia SPsi MSc mengingatkan para orang tua agar jangan memperlakukan anak-anaknya sebagai "pembantu cilik" di rumah ..
Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM BANDA ACEH - Psikolog yang juga dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah, Dahlia SPsi MSc mengingatkan para orang tua agar jangan memperlakukan anak-anaknya sebagai "pembantu cilik" di rumah. "Jangan berikan tugas kepada anak-anak terlalu banyak dan berat, melebihi kemampuan fisik dan mentalnya," kata Dahlia saat tampil sebagai salah satu dari empat narasumber dalam Seminar Pengasuhan Berkualitas bagi Anak di Aula SMKN 3 Lhoong Raya, Banda Aceh, Kamis (4/7/2013) pagi.
Seminar itu mengusung tema "Dengan Semangat Hari Anak Nasional Tahun 2013 Kita Ciptakan Lingkungan Damai dalam Rumah dengan Pengasuhan yang Berkualitas kepada Anak". Seminar yang diikuti 100 peserta itu terlaksana atas kerja sama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2A) Aceh dengan Forum Silaturahmi Perlindungan Anak Aceh (FSPAA).
Menurut Dahlia, melatih anak untuk hidup mandiri bisa dipersiapkan sejak dini di rumah. Misalnya, menyuruh anak membersihkan ranjangnya sendiri dan membantu mengelap kaca atau sofa saat ibu atau ayahnya mengepel lantai. "Berikan tanggung jawab kepada anak sejak dini. Tapi jangan eksploitasi anak. Juga pula pernah melecehkan cita-cita dan harapan anak. Biarkan dia berimajinasi tentang masa depannya," kata jebolan Amerika Serikat di bidang konseling kesehatan mental klinis ini.
Dahlia juga menyarankan agar jangan pernah membandingkan anak dengan orang lain, termasuk dengan saudara kandungnya. "Kalau itu dilakukan maka sangat riskan bagi perkembangan mental si anak," kata dosen Program Studi Psikologi FK Unsyiah ini. Menurut Dahlia, kalau orang tua suatu saat harus membandingkan si anak, maka bandingkanlah anak itu dengan perilaku dia sendiri sebelumnya.
Misalnya, tanyakan mengapa prestasi pendidikan si anak, tidak seperti sebagus dulu. Atau mengapa perilakunya tidak sesantun dulu lagi. Narasumber lainnya, Anna Joestiana dari SOS Children's Villages, mengingatkan agar jangan disamaratakan dan diseragamkan pola pengasuhan anak-anak, karena mereka pada dasarnya adalah pribadi-pribadi yang berbeda. "Maka jangan digabung, jangan disatukan pola asuh dan pola didik mereka. Orientasi kita adalah pengasuhan berkualitas bagi setiap anak," ujarnya.
Tgk Muhammad Hatta Lc dari MPU Aceh menambahkan, anak harus dididik untuk zamannya, sesuai tantangannya agar mereka mampu menghadapi tantangan zamannya.(*)