Menatap Aceh

Makanan Tradisional Tetap Menggoda

Provinsi Aceh yang terbagi dalam 23 kabupaten/kota memiliki keanakeragaman makanan khas daerah masing-masing

Editor: bakri

Provinsi Aceh yang terbagi dalam 23 kabupaten/kota memiliki keanakeragaman makanan khas daerah masing-masing, termasuk menu berbuka puasa. Sebut saja, wilayah kepulauan Sabang atau Simuelue, tentunya memiliki makanan khas, demikian juga wilayah pesisir timur sampai barat-selatan Aceh, serta dataran tinggi Gayo.

Makanan khas Aceh, sebagian masih berbau Hindustan  tetap bertahan di tengah-tengah gempuran makanan kaleng atau kotak yang diolah secara modern. Namun, balutan daun pisang pada timphan atau juga wanginya sambal daun peugaga tetap menggoda untuk disantap saat berbuka puasa.

Dalam penjualan menu berbuka puasa di Aceh, seluruh makanan khas keluar, dibandingkan hari biasa. Namun, kepedulian pemerintah Aceh untuk melestarikan makanan khas Aceh masih minim, kecuali melalui lomba masak atau lainnya, tetapi bukan untuk industri rumah tangga.

Sudah saatnya, pemerintah kabupaten atau kota di seluruh Aceh membuka mata untuk menginventarisir kembali jenis makanan di Aceh, sehingga tidak dicaplok daerah lain sebagai makanannya. Semoga, makanan tradisional Aceh yang diolah secara tradisional tidak dimakan zaman atau dilupakan generasi mendatang.

TEKS:SERAMBI/MNUR

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved