Badai Landa Aceh
Atap Stadion Rusak
Atap stadion sepak bola yang juga arena pacuan kuda di Buntul Nege Blangsere, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mulai rusak parah
* Diterjang Angin Kencang
BLANGKEJEREN - Atap stadion sepak bola yang juga arena pacuan kuda di Buntul Nege Blangsere, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mulai rusak parah. Angin kencang yang menerjang Galus sejak dua hari terakhir ini ikut menerbangkan sebagian atas seng, sehingga berserakan di dalam dan luar lapangan.
Kondisi atap tersebut dapat mengancam warga yang sedang melintas dan berteduh di bawah atap stadion. Berdasarkan keterangan yang peroleh Serambi dari warga sekitar, angin kencang yang terjadi pada Senin (29/7) dan Selasa (30/7) siang telah memporak-porandakan atap stadion pacuan kuda Buntul Nege Blangsere tersebut.
“Kerusakan itu harus segera ditangani oleh instansi terkait, karena dikhawatirkan dapat mengancan warga yang sedang berteduh di bawah atap stadion tersebut,” ujar Amiruddin, salah seorang warga yang tinggal dekat stadion pacuan Kuda Buntul Nege Blangsere, kepada Serambi, Selasa (30/7).
Sedangkan pantauan Serambi, puluhan seng stadion pacuan kuda berwarna biru tua tersebut rusak dan sebagian berserakan seusai diterbangkan angin kencang. Saat ini, Galus sedang dilanda kemarau panjang dan disertai angin kencang.
Sementara, Bupati Galus Ibnu Hasim, kepada Serambi mengaku, bangunan stadion pacuan kuda Buntul Nege Blangsere baru saja diperbaiki, khususnya bagian atap yang rusak sebelumnya. Tetapi karena angin kencang yang terjadi dalam dua hari terakhir ini, seng stadion itu rusak dan berterbangan.
“Kalau angin kencang masih terjadi, belum memungkinkan untuk diperbaiki, tetapi tetap diupayakan diperbaiki secepatnya, karena dikhawatirkan bisa menelan korban jiwa,” sebut Ibnu Hasim. Dia menyatakan sebelum ada korban dan kerusakan lebih parah, harus segera diperbaiki.(c40)
Sebelumnya, stadion lapangan bola yang dimanfaatkan untuk ajang lomba pacuan kuda tradisional di Buntul Nege Blangsere, Kabupaten Gayo Lues (Galus) diserbu warga, Sabtu (1/12/2013). Penonton yang datang belakangan, termasuk bersama keluarga terpaksa mencari tempat lain setelah 15 ribu kursi di dalam stadion terisi penuh.
Warga yang datang dari berbagai pelosok Kabupaten Gayo Lues ingin menyaksikan langsung ajang tahunan itu yang diikuti tiga kabupaten tetangga, Aceh Tengah, Bener Meriah dan tuan rumah Gayo Lues. Sebanyak 162 ekor kuda dari tiga kabupaten bertetangga di dataran tinggi Aceh bertarung untuk menjadi yang terbaik di Kabupaten Gayo Lues (Galus). Perhelatan bagi para joki tradisional itu dibuka oleh Bupati Ibnu Hasim di Stadion Buntul Nege Blangsere, Galus, Rabu (28/11/2013) yang diikuti pelepasan bendera start perdana oleh istri Wagub Aceh, Marina Usman Muzakir didampingi istri ketua DPRA, Fauziah Usman Wahab.
Ibnu Hasim dalam kata sambutan pembukaan mengatakan even ini juga dalam memeriahkan HUT RI ke-67 yang seharusnya dilaksanakan pada Agustus 2012 lalu. Dia menjelaskan penundaan pacuan kuda bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 1433 H.(c40)