KM Kelud Diduga NaikKan Penumpang Melebihi Kpasitas
Menurut sejumlah pengantar di Pelabuhan Belawan, pihak PT Pelni tak memperhatikan keselamatan pelayaran
Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
Laporan : Parlaungan Lubis | Sumatera Utara
SERAMBINEWS.COM, BELAWAN - PT.Pelni Cabang Medan dituding tak mengindahkan instruksi Syahbandar Pelabuhan Belawan Benyamin Tangkuman. Pasalnya, penumpang KM Kelud yang hingga Rabu (14/08) masih berlayar menuju Tajung Balai Karimun- Pelabuhan Sekupang Batam selanjutnya ke Pelabuhan Tanjung Periok Jakarta diduga menaikan penumpang melebihi kapasitas.
Diperkirakan 6.500 penumpang sudah naik KM Kelud, terbukti dari nomor draf kapal sudah terbenam ke air laut serta cat hijau lambung kapal tinggal beberapa centimeter lagi muncul.
Menurut sejumlah pengantar di Pelabuhan Belawan, pihak PT Pelni tak memperhatikan keselamatan pelayaran, dengan alasan meayani arus balik pemudik. “Penumpang tidak tahu resiko pelayaran mereka taunya naik ke kapal dan bisa berangkat untuk mengejar pekerjaan di tempat tujuan,| kata sejumlah warga pengantar.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Belawan, Benyamin Tangkuman sudah mengingatkan petugas PT Pelni supaya menaikkan penumpang tak lebih kapasitas kapal yaitu 2.652 penumpang sudah termasuk tambahan toleransi 20 persen.
Ketika dikonfirmasi kepada Direktur Utama (Dirut) PT Pelni Syahril Japarin saat meninjau keberangkatan KM Kelud di Pelabuhan Belawan didampingi General Manager PT.Pelni Medan Halim Perdhana membenarkan jumlah penumpang KM Kelud sudah melebihi kapasitas.
Tapi bagaimana supaya penumpang dapat terangkut semua, terpaksa penupang kapal dinaikkan semua. Yang utama, kata Syahril, harus ditertibkan yaitu pedagang asongan yang berada di atas kapal sangat mengganggu kenyamanan penumpang.(*)