PBB Masukkan Israel dan Rusia ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Konflik
PBB resmi memasukkan Israel dan Rusia ke dalam daftar hitam pelaku dugaan kekerasan seksual terkait konflik bersenjata berdasarkan laporan
Ringkasan Berita:
- PBB memasukkan Israel dan Rusia ke daftar hitam atas dugaan keterlibatan dalam kekerasan seksual terkait konflik bersenjata sepanjang 2025.
- Israel menolak keras keputusan tersebut dan memutus hubungan dengan Kantor Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres karena menilai laporan itu bermotif politik.
- Laporan PBB mencatat peningkatan lebih dari 100 persen kasus kekerasan seksual terkait konflik, termasuk dugaan pelanggaran di Palestina dan 310 kasus yang terverifikasi di Ukraina.
SERAMBINEWS.COM - PBB resmi memasukkan Israel dan Rusia ke dalam daftar hitam pelaku dugaan kekerasan seksual terkait konflik bersenjata berdasarkan laporan tahunan tahun 2025.
Keputusan tersebut memicu penolakan keras dari Israel yang menilai langkah itu bermotif politik dan tidak mencerminkan fakta di lapangan.
Sebagai bentuk protes, Israel memutuskan menghentikan hubungan dengan Kantor Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
PBB menegaskan bahwa pencantuman dalam daftar hitam tidak otomatis disertai sanksi, namun dapat berdampak besar terhadap reputasi internasional negara yang bersangkutan.
Laporan itu juga menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat kasus kekerasan seksual terkait konflik yang terverifikasi secara global dibandingkan tahun sebelumnya.
Di wilayah Palestina, berbagai bentuk kekerasan seksual dilaporkan terjadi selama proses penahanan, interogasi, dan operasi militer.
Baca juga: IRGC Tegaskan Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Israel Masih Berdiri
Sementara di Ukraina, ratusan kasus serupa dikaitkan dengan pasukan dan aparat keamanan Rusia.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kekerasan seksual masih menjadi salah satu pelanggaran HAM serius yang terus terjadi dalam berbagai konflik bersenjata di dunia.
Seperti diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (29/5/2026) resmi memasukkan Israel dan Rusia ke dalam daftar hitam negara-negara yang diduga terlibat dalam kekerasan seksual terkait konflik bersenjata.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari Israel yang menyatakan akan memutus hubungan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Laporan tahunan PBB mengenai kekerasan seksual dalam konflik ini merupakan perkembangan dari peringatan yang sebelumnya diberikan kepada Israel dan Rusia atas dugaan pelanggaran serupa.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah politik yang tidak didasarkan pada fakta.
Baca juga: Rudal Hizbullah Hantam Markas Rahasia Kendaraan Militer Israel, Tentara Zionis Tewas
Menurutnya, pencantuman Israel dalam daftar yang sama dengan kelompok Hamas merupakan titik terendah dalam hubungan Israel dengan PBB.
“Hamas sudah masuk dalam daftar hitam PBB. Ini adalah keputusan politik yang tidak berdasarkan fakta dan kenyataan,” ujar Danon.
Sementara itu, Misi Rusia untuk PBB belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Di sisi lain, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, juga mengkritik langkah PBB karena dianggap menyamakan negara dengan kelompok bersenjata Hamas.
| Drone AI Ukraina Hantam Jalur Logistik Rusia, Ratusan Kendaraan Pasokan Jadi Sasaran |
|
|---|
| VIDEO Serangan Besar Akan Menuju Kota Kiev Ukraina, Rusia Minta Pejabat AS Pergi |
|
|---|
| VIDEO - Puluhan Rudal Hantam Kiev, Rusia Peringatkan Diplomat AS Tinggalkan Ukraina |
|
|---|
| IRGC Tegaskan Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Israel Masih Berdiri |
|
|---|
| Aceh Menunggu Komitmen Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Israel-30052026.jpg)