JCH Bisa Gunakan Kartu ATM di Mekkah
Demi alasan keamanan selama berada di Arab Saudi, para jamaah calon haji (JCH) sebaiknya tidak perlu membawa uang tunai berlebihan
* Khusus Bank BRI, BNI, dan Mandiri
BANDA ACEH - Demi alasan keamanan selama berada di Arab Saudi, para jamaah calon haji (JCH) sebaiknya tidak perlu membawa uang tunai berlebihan. Jamaah dapat memanfaatkan fasilitas ATM bank BNI, BRI, dan Mandiri, karena kartu ATM ketiga bank tersebut sudah bisa digunakan di Arab Saudi, baik untuk kebutuhan transaksi tunai atau berbelanja.
Pemimpin BNI Banda Aceh, Muh Irjan Nasaruddin mengatakan, jamaah pemilik kartu ATM BNI bisa langsung melakukan penarikan tunai dalam mata uang riyal selama berada di Mekkah dan Madinah. Di samping itu, kartu ATM BNI juga bisa digunakan sebagai kartu debit saat berbelanja.
“Jadi jamaah tidak perlu lagi menukar uang di tempat penukaran uang (money changer). Nasabah juga tidak perlu membawa uang tunai dengan jumlah banyak yang rentan hilang, sehingga bisa lebih fokus menjalankan ibadah haji.” kata Irjan kepada Serambi, Kamis (12/9).
Hal serupa juga disampaikan Karyawan BRI Kantor Wilayah Banda Aceh, Andre. “Dengan bekerja sama dengan Mastercard International, sekarang ATM kita dapat digunakan di Arab. Sehingga mereka tidak perlu bawa uang banyak dari Indonesia,” ujarnya.
“Nasabah BRI yang akan berangkat haji tidak perlu lagi secara khusus membuka rekening baru dan ATM baru. Cukup membawa ATM dari tabungan yang sudah ada,” katanya.
Bagi Bank Mandiri, layanan fasilitas tersebut bukan merupakan hal baru. Sebab seperti diutarakan karyawan bank tersebut, Mulyana, program layanan itu sudah ada sejak enam tahun lalu.
“Nasabah kami bisa mengandalkan ATM yang terjaring dengan jaringan VISA/VISA Plus. Sehingga lebih mudah menarik uang riyal di ATM berlogo VISA di Arab nanti,” katanya.
Ditambahkan, kartu mandiri debit juga dapat dimanfaatkan untuk berbelanja di tempat-tempat berlogo VISA. “Kemudahan lainnya bisa juga ditarik tunai dengan kurs yang lebih murah dibandingkan menukarnya di tempat penukaran uang,” demikian Mulyana.(ni)