Rabu, 15 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Melonjak 2 Persen, Tembus Rp 77 Juta per Ons, Ini Penyebabnya

Pelemahan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor internasional, sehingga meningkatkan permintaan.

Editor: Faisal Zamzami
Via Kompas.com
Ilustrasi emas batangan. 

Ringkasan Berita:
  • Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026) waktu Amerika Serikat.
  • Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya dolar AS serta optimisme pasar terhadap kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik sekitar 2 persen ke level 4.831,78 dolar AS per ons.

 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK — Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026) waktu Amerika Serikat.

Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya dolar AS serta optimisme pasar terhadap kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik sekitar 2 persen ke level 4.831,78 dolar AS per ons.

Dengan asumsi nilai tukar Rp 16.000 per dolar AS, harga tersebut setara dengan sekitar Rp 77,3 juta per ons.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS juga mengalami penguatan sebesar 1,7 persen menjadi 4.850,10 dolar AS per ons, atau sekitar Rp 77,6 juta per ons.

Pelemahan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor internasional, sehingga meningkatkan permintaan.

Di sisi lain, penurunan harga minyak turut meredakan tekanan inflasi dan mendorong minat terhadap logam mulia ini.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa pembicaraan terkait penyelesaian konflik dengan Iran berpotensi dilanjutkan di Pakistan dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut muncul setelah upaya negosiasi sebelumnya menemui kegagalan dan sempat memicu ketegangan, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Naik per 15 April 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat

Menurut Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, arah pergerakan emas dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi tersebut.

Jika terdapat kemajuan positif, harga emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan.

Dari sisi data ekonomi, inflasi produsen di Amerika Serikat pada Maret tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Meski demikian, tekanan inflasi masih ada, terutama akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik geopolitik.

Emas selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved