Serambi Property

Apersi Buka Lagi Perumahan Murah

Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Seluruh Permukiman Indonesia (Apersi) Aceh akan segera membuka lagi perumahan murah

Editor: bakri

* Kawasan Aceh Besar

BANDA ACEH - Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Seluruh Permukiman Indonesia (Apersi) Aceh akan segera membuka lagi perumahan murah dengan jumlah ratusan unit. Direncanakan, rumah bersubsidi yang masih dibandrol Rp 88 juta/unit itu berada di seputaran Banda Aceh, tetapi masuk Kabupaten Aceh Besar.

Hal itu diungkapkan Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi ST MT, Sabtu (14/9) sehari seusai meninjau lokasi rencana perumahan murah baru itu. Dia mengatakan tawaran dari masyarakat terus berdatangan, khususnya untuk pertapakan rumah murah dengan harga terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pria satu ini yang terus fokus membantu pemerintah pusat menyediakan rumah murah, walau Pemprov Aceh masih tutup mata menyatakan pesanan untuk di kawasan Aceh Besar sudah mulai muncul. Tetapi, sebutnya, berasal dari luar Banda Aceh, sebagian persiapan untuk putra/putrinya yang akan kuliah di ibu kota Provinsi Aceh ini.

“Kami tetap fokus pada pembangunan perumahan murah, walau Pemprov Aceh tidak mau peduli dengan perjuangan kami membantu menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya. Dia menegaskan, komitmen pembangunan rumah murah akan terus dipertahankan, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah sendiri, termasuk di seputaran Banda Aceh.

Dia menjelaskan, dalam Peraturan Menpera No.10/2012, salah satunya dalam Bab I Pasal 1 ayat 19 disebutkan, masyarakat berpenghasilan rendah adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli, sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah.

Dia menambahkan pada Bab V Pasal 16 ayat 17 disebutkan, Pemerintah daerah provinsi memiliki tanggungjawab merumuskan dan menetapkan kebijakan penyelengaraan hunian berimbang. Pemprov membina dan berkoordinasi dengan pemkab/pemko, serta mengevaluasi pencapaian penyelengaraan hunian berimbang secara terukur dan objektif.

Afwal menyatakan program pemerintah pusat melalui Kemenpera ini belum mendapat sambutan positif dari Pemprov Aceh. Dia menilai, Provinsi Aceh yang memiliki dana berlimpah, seharusnya juga memprogramkan rumah layak huni bagi masyarakat melalui BUMD atau badan lainnya.

Sedangkan prihal pembangunan perumahan murah baru, Afwal menyatakan telah mendapat dukungan dari perbankan nasional di Jakarta. Tetapi, sebutnya, pembangunan rumah murah di Kabupaten Nagan Raya telah rampung dikerjakan. “Pihak bank juga menilai kinerja kita dalam membangun perumahan murah ini,” katanya.

Dia menambahkan dukungan dari pemerintah kabupaten, seperti yang diperlihatkan Pemkab Nagan Raya dan Aceh Tamiang telah mendapat perhatian dan Kemenpera. Afwal mengungkapkan kedua daerah ini juga akan mendapat berbagai bantuan lainnya dari Kemenpera, tetapi berdasarkan proposal yang dikirimkan ke pusat.

Sementara itu, dia juga menyinggung pembangunan rumah murah di Air Tenang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Dia menjelaskan, lokasi yang hanya berjarak sekitar 800 meter dari pusat kota sudah memasuki tahap pembersihan lahan dan akan segera diresmikan, termasuk pembukaan kantor pemasaran di samping pendopo bupati.

Dia menyatakan akan kembali melihat perkembangan lokasi di Kuala Simpang pada hari ini, Minggu (15/9). Kemudian, menemui para petinggi Pemkab Aceh Tamiang, membahas pembangunan rumah, sekaligus menggandeng para PNS golongan rendah potensial yang berminat terhadap rumah murah tersebut.(muh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved