Jumat, 17 April 2026

Obabiyi Aishah Ajibola, Siap Sosialisasikan Hijab bagi Muslimah

Di tengah hiruk pikuk kontroversi penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia, satu kontes serupa bernama Miss World Muslimah 2013

Editor: bakri

JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk kontroversi penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia, satu kontes serupa bernama Miss World Muslimah 2013 dihelat pula pada Rabu (18/9) malam lalu, di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Kontestan asal Nigeria, Obabiyi Aishah Ajibola berhasil menyisihkan peserta dari sejumlah negara lainnya.

Obabiyi yang terpilih dan dinobatkan sebagai juara World Muslimah 2013 pada malam itu, menyatakan siap menjalankan tugasnya untuk mengampanyekan peran seorang muslimah ke seluruh dunia, termasuk menyosialisasikan hijab (jilbab) yang merupakan pakaian muslimah kepada seluruh lapisan masyarakat dunia.

“Upaya sosialisasi tentang hijab itu antara lain dilakukan melalui diskusi dan seminar. Dengan upaya ini kita harapkan dapat menjadi inspirasi bagi mereka, tentunya ini semua kita lakukan berdasarkan ajaran agama,” kata Obabiyi.

Gadis 21 tahun ini menceritakan bahwa ajaran Islam di Nigeria maju dengan sangat pesat. Masyarakat di sana yang sangat tertarik dengan ajaran Nabi Muhammad saw ini. “Wow. Banyak orang yang interesting tentang ajaran ini dan saya rasa akan menambah populasi Islam di sana,” tandasnya.

Obabiyi juga mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka bisa terpilih sebagai Miss World Muslimah 2013. Ia bersaing ketat dengan 5 finalis lain; Putri Virginia (Indonesia), Evawani Efliza (Indonesia), Masoumeh Ebrahimi (Iran), dan Noor Aspasia (Indonesia), akhirnya 65% suara memilih dirinya.

Sebagai wakil negara Nigeria, Obabiyi merasa tertegun karena dewan juri memilihnya. Dia tidak merasa spesial untuk menyandang predikat juara. “Saya tak pernah berpikir saya spesial, tapi saya tak menyangka mereka memilih saya. Mereka sangat caring, loving, and humble,” katanya.

“Saya sangat terkejut bisa terpilih, nggak nyangka. Ini adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya,” tandas Obabiyi saat menyampaikan sambutan singkat usai penobatannya sebagai Miss World Muslimah 2013, di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (18/9) malam lalu.

Sebelumnya dalam satu konferensi menjelang acara World Muslimah 2013 ini digelar, CEO World Muslimah, Eka Shanty mengatakan bahwa penyelenggaraan acara ini tak melibatkan unsur kecantikan dalam materi penilaiannya. Karakter 3S yaitu shalihah, smart dan stylish yang akan diprioritaskan.

Karena itulah, sebut Eka Shanty, ajang yang sebelumnya bernama World Muslimah Beauty itu, kini menjadi World Muslimah saja. “Makanya kami hilangkan kata beauty, tadinya World Muslimah Beauty, jadi tahun ini World Muslimah saja. Karena kecantikan mereka sudah tidak diragukan klaimnya,” katanya,

Seperti terlihat dalam pergelarannya, ajang ini lebih menonjolkan busana-busana menutup aurat. Sesuai dengan temanya “Muslim Colors the World” sebagai tagline busana, maka busana yang ditampilkan selain modis juga memenuhi unsur syariat. “Kedua fashion mandatory, kami melakukan evaluasi, melakukan perbincangan dengan ulama, agar kami memegang teguh nilai syar’i,” pungkasnya.(kpl/ask)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved