Bisnis Benih Lele di Lhokseumawe Menjanjikan
Bisnis penangkaran benih ikan lele jenis “Python” di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, sangat menjanjikan
BANDA ACEH - Bisnis penangkaran benih ikan lele jenis “Python” di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, sangat menjanjikan, karena permintaannya terhadap varian terbaru itu sangat tinggi. Yulias Darma dan Miswar, penangkar lele di Lhokseumawe, Jumat mengatakan, selama menjalankan usaha pembibitan lele jenis Python, banyak menerima orderan dan pesanan dari petani, baik yang ada di sekitar Kota Lhokseumawe maupun dari daerah lain di Aceh.
Mereka menyebutkan, harga jual benih jenis Python dengan ukuran 2 sampai 3 inchi Rp 250/ekor. Sementara pesanan yang datang dari petani sangat bervariasi, mulai dari 1.000 hingga 10.000 ekor.
Kedua penangkar lele itu juga mengungkapkan, untuk indukan lele Python didatangkan khusus dari luar daerah dengan kualitas tinggi, yang diharapkan dapat menghasilkan benih yang baik. Selain itu, proses pemijahan benih juga tidak susah dilakukan. Dalam seminggu, hampir 500.000 ekor dengan jumlah induk 5 hingga 7 ekor, tambahnya. Yulias mengatakan, bisnis bibit lele Python menguntungkan, karena jenis ikan itu banyak dicari petani, selain perawatan lebih mudah, tahan penyakit dan cepat berkembang.
Disebutkan, dalam dua bulan sudah bisa dipanen dengan ukuran 6 hingga 7 ekor/Kg. “Hal inilah yang membuat petani menjadi tergiur untuk membudidayakan lele jenis ini, karena selain cepat panen juga tidak butuh perawatan ekstra,” ujar Miswardi. Berdasarkan pantauan, kebutuhan lele di Lhokseumawe semakin tinggi, karena kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkomsumsi ikan, juga semakin bertambahnya lokasi kuliner yang menjadikan ikan lele sebagai salah satu menu utama.(ant)