Gempa Aceh

Gempa Rusak 368 Rumah di Tangse

Selain itu, data kerusakan dari Kecamatan Mane dan Geumpang yang bertetangga dengan Tangse juga belum diperoleh.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Salah satu sekolah yang rusak akibat gempa 5,6 SR yang terjadi Selasa (22/10/2013) pukul 12:40:34 WIB. 

Laporan : Yarmen Dinamika I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hingga malam ini, pukul 22.30 WIB, terdata sudah 368 rumah warga yang rusak di 10 desa dari 28 desa dalam Kecamatan Tangse, Pidie, akibat gempa 5,6 SR yang terjadi Selasa (22/10/2013)  pukul 12:40:34 WIB.                             

Gempa dangkal yang berkedalaman hanya 10 km itu juga merusak 36 rumah toko (ruko), 9 masjid, 8 meunasah, dan 13 sekolah.  "Bahkan dua jembatan, 1 pustu, 1 kantor koramil, 1 kantor polsek, dan Kantor Camat Tangse ikut rusak," lapor Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) kepada Serambinews.com pada pukul 23.00 WIB.

Ia juga menyebutkan, dari jam ke jam data kerusakan terus bertambah, karena belum semua kepala desa di Kecamatan Tangse melaporkan data kerusakan kepada camatnya. Juga belum sempat diverifikasi kategori kerusakan bangunan tersebu, apakah rusak ringan, sedang, atau berat (parah).

Selain itu, data kerusakan dari Kecamatan Mane dan Geumpang yang bertetangga dengan Tangse juga belum diperoleh. "Beberapa kepala desa tak bisa dihubungi via telepon selular dan camat juga belum melapor. Mungkin juga karena sudah terlalu malam," kata Jarwansyah.

Cuma, menurutnya, menjelang malam ia mendapat kabar bahwa korban yang luka-luka brtambah menjadi tiga orang. Korbn yang kakinya patah dirujuk ke RSU Zainoel Abidin di Banda Aceh, sedangkan dua lagi dirawat di RSU Pidie di Sigli.

Korban yang meninggal ada satu dari Mane, yakni Abubakar Rasyid (90), warga Gampong Alue Landong. Ia mengalami  serangan jantung saat gempa mengguncang kediamannya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved