Rabu, 29 April 2026

Banjir Landa Aceh

Pusat belum Respons Usulan Jembatan Bailey untuk Gunong Kong Nagan, Warga Terpaksa Pakai Perahu

Ia mengakui bahwa ada satu dusun terisolir sekitar 100 rumah karena jembatan lama hancur, sehingga terpaksa mengunakan perahu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Dok BPBD
Jembatan rangka baja di Alue Wakie/Gunong Kong Darul Makmur, Nagan Raya hancur diterjang banjir pada 26 November 2025 lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya telah mengusulkan pembangunan jembatan darurat jenis bailey untuk Gunong Kong atau Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur.

Namun hingga jelang 2 bulan bencana alam banjir melanda wilayah itu, usulan Pemkab belum juga direspons oleh pemerintah pusat.

Saat ini masyarakat terpaksa menggunakan perahu sebagai transportasi sebab jembatan lama jenis rangka baja sepanjang 135 meter hancur diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi SSTP dikonfirmasi Serambi,  mengatakan, terkait usulan jembatan bailey sejauh ini belum ditindaklanjuti oleh pusat.

"Belum turun. Kita berharap diakomodir," harap Irfanda.

Ia mengakui bahwa ada satu dusun terisolir sekitar 100 rumah karena jembatan lama hancur, sehingga terpaksa mengunakan perahu.

Terkait langkah yang dilakukan Pemkab, kata Irfanda adalah memastikan perahu sehingga tetap berjalan sebagai akses warga yang ingin ke pusat kecamatan dan kabupaten.

"Langkah lain saat ini juga sedang membersihkan jalan desa yang lama dari Alue Wakie ke Lamie yakni jalur darat," ujarnya.

Jalan tersebut agak jauh dan diharapkan bisa digunakan sementara waktu, guna mengeluarkan hasil pertanian dari dusun yang terisolir tersebut.

Baca juga: BNPB Targetkan Sebelum Ramadhan Semua Pengungsi Tempati Huntara, Pidie Jaya Berjumlah 773 Orang

Rumah rusak

Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda mengakui bahwa ada sejumlah rumah hancur di Gunong Kong karena banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Namun, warga tersebut kini mengungsi ke rumah sanak keluarga dan tidak dibangun hunian sementara (huntara) dan langsung diusul agar dibangun hunian tetap (huntap) ke depan.

Menurutnya, untuk huntara hanya dibangun di Beutong Ateuh sebanyak 128 unit untuk ditempati 674 kepala keluarga yakni 1 huntara sebanyak 5 KK.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved