Gempa Aceh

Distamben: Pusat Gempa di Tangse

Gempa 5,6 SR yang melanda Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (22/10) pukul 12.40 WIB, terjadi akibat pergeseran dan pergerakan dua lempeng

Editor: bakri

BANDA ACEH - Gempa 5,6 SR yang melanda Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (22/10) pukul 12.40 WIB, terjadi akibat pergeseran dan pergerakan dua lempeng bumi yang bertumbukan, yakni lempeng bumi Eurasia dengan belahan lempeng bumi Australia. Lokasi tumbukan (subduksi)-nya, berada di bawah perut bumi Pulau Sumatera, tepatnya di wilayah Pidie.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Ir Said Ikhsan MSi yang ditanyai Serambi, Rabu (23/10) kemarin menerangkan, tumbukan lempeng Eurasia dan Australia itu, telah membuat patahan lempeng bumi yang mengakibatkan permukaan tanah di lokasi tumbukan bumi yang berada di pusat gempa banyak yang amblas. Terbelah dan retak-retak.

Semua data geologis itu tercatat oleh alat pencatat gempa yang dipasang Distamben Aceh. “Kita pasang alat itu dengan fungsi melaporkan posisi kejadian tumbukan pada kedua belahan lempeng bumi yang bertumbukan. Peristiwa gempa membuat patah belahan lempeng bumi sehingga mengeluarkan energi yang cukup besar,” ujarnya seusai menerima laporan dari tim geologi yang diturunkan ke lokasi bencana Tangse kemarin siang.

Sementara itu, lokasi yang paling parah diguncang gempa berdasarkan data Tim Geologi Distamben Aceh adalah Desa Neubok Badeuk, Pulo Kawa, dan desa-desa lainnya.

Menurut Said Ikhsan, gempa akan terus terjadi di lokasi patahan bumi di kawasan Pidie, mulai dari wilayah Tangse, Mane, sampai Geumpang. “Tapi kapan gempa bumi itu terjadi, tidak ada satu orang pun atau alat pendeteksi gempa yang dapat menginformasikannya kepada kita sebelum kejadian, kecuali setelah terjadi,” kata Said Ikhsan.

Tim Geologi Distamben Aceh, Akmal dan Mukhlis yang meninjau ke lokasi gempa bumi di Tangse, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Sewaktu-waktu, bisa saja terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang lebih besar.

Selanjutnya, kedua Tim Geologi Distamben itu menyatakan, masyarakat yang tinggal di rumah beton, di kawasan Tangse, Mane dan Gempang, jika ada gempa bumi maka langsung ke luar dari rumahnya. “Imbauan ini kami sampaikan karena tiga daerah itu, masuk dalam lintasan patahan lempeng bumi yang sering kali menjadi daerah yang paling parah kerusakannya, jika terjadi gempa bumi,” kata Akmal.

Ia tambahkan bahwa daerah-daerah yang lokasinya berada di bawah sesar Semangko atau patahan lempeng bumi Pulau Sumatera, sangat rawan dilanda gempa. Buktinya, belum setahun gempa bumi yang terjadi di Mane dan Geumpang pada 22 Januari 2013, lalu pada 22 Oktober 2013, daerah Tangse sudah kembali dilanda gempa.

Garis patahan lempeng bumi yang ada di Tangse, Mane, dan Geumpang itu, satu jalur dengan patahan lempeng bumi yang ada di wilayah gempa (Bener Meriah dan Aceh Tengah) yang pernah mengalami peristiwa gempa, 2 Juli lalu.

Kalau dilihat dari peta belahan bumi, maka hampir dapat disimpulkan bahwa garis patahan lempeng bumi yang ada di Tangse, Mane, Geumpang, Bener Meriah, Aceh Tengah, sampai ke wilayah Jantho-Banda Aceh-Pulo Aceh dan bercabang ke Pulau Weh, Sabang.

“Jadi, jika kedua lempeng bumi Eurasia dan Australia itu bergerak dan bergeser, maka satu sama lainnya bertumbukan. Ada patahan yang hancur, maka di lokasi itulah yang kerusakannya paling parah.

Ciri-cirinya, ditemukan tanah yang terbelah, tanah yang amblas, dan mengeluarkan gas, di samping retak-retak. “Gas yang dikeluarkan itu, merupakan energi panas dari hasil tumbukan dan gesekan ke dua lempeng bumi tersebut,” kata Mukhlis, Kasi Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Aceh.

Mukhlis berpandangan, dampak peristiwa alam yang ditunjukkan dari peristiwa gempa bumi perlu dijadikan pengetahuan berharga bagi masyarakat yang hendak membangun rumah. Terutama di wilayah garis patahan lempeng bumi yang disebutkan di awal tadi.  “Tolonglah perhitungkan kekuatan rumahnya, jangan asal membangun,” ujar Mukhlis. (her) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved