Serambi Kuliner
Aneka Rasa Cecah Gayo
DATARAN Tinggi Gayo menyimpan bermacam corak budaya maupun tradisi yang menjadi ciri maupun identitas “orang” Gayo
DATARAN Tinggi Gayo menyimpan bermacam corak budaya maupun tradisi yang menjadi ciri maupun identitas “orang” Gayo. Daerah tengah provinsi Aceh itu, selain memiliki kekayaan budaya, juga menyimpan ragam kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri. Khususnya di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Keragaman jenis kuliner juga menjadi salah satu “harta” budaya Gayo yang layak untuk diperkenalkan ke dunia luar. Meski proses pengolahannya cukup sederhana, sajian kuliner asal daerah yang di pinggiran Danau Lut Tawar itu, tak kalah bersaing dengan masakan-masakan nusantara lainya. Salah satunya cecah gayo. Jenis makanan sambal ulek ini sudah cukup dikenal dan banyak dinikmati siapapun yang mengunjungi kawasan tersebut. Pada Serambi Kuliner edisi pekan ini: Mahyadi menyajikan kisah kelezatan cecah gayo kepada pembaca Harian Serambi Indonesia.
GAYO dikenal dengan menu masakan seperti masam jing, pengat, dan dedah. Namun, ada beberapa makanan pendamping asal Gayo yang tak kalah menariknya untuk dikupas. Makanan pendamping tersebut, yaitu jenis cecah (sambal ulek). Ini bukan hanya makanan utama. Namun menjadi pendamping sejumlah sajian lain.
Bagi sebagian orang di Gayo, belum lengkap sajian khas daerah itu apabila cecah tak tersedia di antara menu lain. Berbicara soal cecah, mungkin jenisnya ada puluhan, bahkan bisa mencapai ratusan jenis di Gayo. Bertambah satu jenis bumbu atau bahan baku, nama cecah bisa berubah.
Di Takengon, ada beberapa jenis cecah yang sudah cukup dikenal di Gayo. Berbeda nama, beda pula bahan baku untuk pembuatan cecah tersebut. Sudah barang tentu akan menyajikan rasa berbeda pula.
Namun, dari beragam rasa, cecah gayo tetap memiliki ciri khas tersendiri lantaran ada satu bahan baku yang mungkin jarang ditemui di daerah lain sebagai bumbu masakan. Namanya buah andaliman. Buah ini, memberikan rasa kebas (menthol) di lidah, sehingga masakan khas Gayo menjadi lebih istimewa jika diberikan bumbu andaliman. Termasuk salah satu bahan campuran untuk pembuatan cecah.
Beberapa jenis cecah Gayo yang masih sering dijumpai menjadi menumasakan warga di Takengon, di antaranya cecah reraya, cecah awal, cecah terong angur, cecak bajik, cecah keloang, cecah ungke, cecah depik, dan cecah jantung awal. Bahan baku untuk beberapa jenis cecah ini juga tidak terlalu sulit didapat. Namun tetap memberikan rasa yang benar-benar memiliki khas tersendiri.
“Cecah itu sebenarnya banyak jenis. Tapi yang sering kita jumpai dan masih disajikan sebagai makanan sehari-hari, ya, jenis seperti ini,” kata Murniati, warga Simpang Empat, Kota Takengon.
Bila ingin menikmati beragam cecah gayo dengan kombionasi rasa yang berbeda, di Aceh Tengah lah tujuan destinasi Anda.(*)