Serambi Kuliner

Lain Perayaan, Lain Juga Jenisnya

TEMPO dulu, pembuatan cecah identik dengan acara besar maupun hajatan

Editor: hasyim

TEMPO dulu, pembuatan cecah identik dengan acara besar maupun hajatan. Di antaranya menyambut bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, bahkan acara turun mandi anak.

Mengapa cecah identik dengan acara besar maupun hajatan? Karena keberadaan cecah tersebut biasanya dibuat berdasarkan acara yang sedang diperingati. Seperti cecah reraya. Sambal ulek jenis ini, biasanya dibuat pada saat hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Sedangkan di bulan Ramadhan, ada jenis cecah tersendiri untuk dijadikan sebagai panganan berbuka. Demikian juga dengan cecah di saat turun mandi anak, cecah jenis ini biasanya berbahan baku daging dan hati kambing.

Untuk saat ini, jenis cecah reraya tidak mesti harus menunggu di hari raya Idul Fitri. Sebab, banyak warga menyajikan menu ini di acara pesta perkawinan maupun turun mandi.

“Kalau dulu orang membuat cecah ini di hari raya karena di setiap hari Lebaran pasti orang rata-rata membeli daging. Dan, sebagian dagingnya dibuat cecah. Makanya disebut dengan cecah hari raya,” tutur Murniati, warga Takengon.

Seiring dengan bergesernya waktu dan konsumsi daging bukan lagi menjadi barang ”mahal”, pembuatan cecah reraya ini tidak lagi harus menunggu Lebaran. Bahkan, sajian cecah jenis ini sudah banyak dijumpai di acara-acara pesta perkawinan, turun mandi, bahkan acara khitanan.

“Orang sekarang kalau mau acara, ada yang potong kerbau maupun sapi. Nah, kulitnya dijadikan sebagai bahan baku pembuatan cecah reraya,” ungkap pensiunan guru SD ini.

Untuk cecah reraya, bahan baku utamanya terdiri dari daging, hati, kulit sapi, ataupun kerbau. Sedangkan cecah awal, bahan baku utamanya pisang muda, daging, dan hati kambing. Cecah terong angur, berbahan baku terong belanda. Selanjutnya, cecah bajik, berbahan baku putik buah nangka dan buah jambu kelutuk.

Untuk cecah keloang, berbahan baku batang pakis, sedangkan cecah ungke, berbahan baku buah cepokak. Pada cecah depik berbahan baku ikan depik, serta cecah jantung awal berbahan baku jantung pisang.

Semua bahan baku cecah ini, kan, nggak sulit untuk didapat. Dicampur dengan beberapa jenis bumbu dapur yang juga tak banyak dijual di pasar, rasanya hmm... nikmat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved