Pilkada Aceh Utara

5.000 Pemilih di Aceh Utara tak Punya NIK

Sebanyak 5.000 pemilih di Aceh Utara tidak memiliki Nomor Identitas Kependudukan (NIK)

LHOKSUKON - Sebanyak 5.000 pemilih di Aceh Utara tidak memiliki Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK). NIK dan NKK itu diperlukan untuk validasi data pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) April tahun depan.

Ketua Pokja Pemutkahiran Data Pemilih (Pantarlih) KIP Aceh Utara, Rizwan Haji Ali kepada Serambi Sabtu (9/11) menyebutkan, pihaknya sudah meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat untuk melengkapi NIK dan NKK pada 5.000 pemilih di kabupaten itu.

Selain itu, sambung Rizwan, pihaknya sudah memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mencari kembali data pemilih yang tidak memiliki NIK dan NKK tersebut. Tujuannya, untuk melengkapi data pemilih yang sedang dimutakhirkan oleh KIP setempat.

“Kita targetkan sepekan ke depan, data dari PPS dan PPK sudah masuk. Sedangkan Disdukcapi menyatakan mereka berusaha secepat mungkin melengkapi NIK dan NKK pada data pemilih tersebut,” ujar Rizwan.

Sedang dilengkapi
Terpisah, Kadisdukcapil Aceh Utara, Nurhayati menyebutkan pihaknya sedang bekerja melengkapi NIK dan NKK tersebut. “Pemilih yang tidak memiliki NIK itu disebabkan dia memiliki dua istri, satu di Aceh Utara dan satunya lagi di kabupaten lain. NIK hanya tercantum pada istri pertama, istri kedua tak ada NIKnya dan ada yang disebabkan karena pindah tempat tinggal,” terang Nurhayati.

Disebutkan, pihaknya butuh waktu dua minggu untuk melengkapi NIK dan NKK pada data pemilih tersebut, setelah itu langsung diserahkan ke KIP Aceh Utara.  Sebelumnya,KPU mengintruksikan seluruh KPU provinsi/kabupaten/kota untuk melengkapi NIK dan NKK pada data pemilih untuk Pemilu 2014.(c46)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved