Serambi Kuliner
Semerbak dari Ruang Tamu
TANGAN empat perempuan cekatan berbagi pekerjaan mengolah bahan membuat roti jalo gulai lokan
TANGAN empat perempuan cekatan berbagi pekerjaan mengolah bahan membuat roti jalo gulai lokan. Bila yang satu mengaduk tepung terigu bercampur kuning telur, tangan terampil tiga perempuan lain mengiris bumbu, membersihkan lokan, dan mengukur kelapa.
Adalah Hj Khamaiyah si pemilik rumah, bersama Hj Nurjen, ahli membuat gulai lokan, Upi pakar pembuat roti jalo, dan Erna, penyedia kebutuhan juru masak. Perempuan-perempuan itu, merupakan penduduk Pulau Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.
Lewat tengah hari pertengahan pekan ini, empat kaum hawa itu sepakat membuat hidangan istimewa roti jalo gulai lokan. Gelak tawa terdengar di antara keriuhan pertemuan adonan dan gemercik minyak goreng di atas wajan. Merasa ruang gerak mengolah bahan baku roti jalo gulai lokan di dapur terbatasi, empat perempuan itu, memilih menyulap ruang tamu menjadi arena memasak roti jalo gulau lokan.
Perpindahan tempat memasak bukan tanpa alasan. Sebab, membuat roti jalo memerlukan waktu cukup lama berdekatan dengan kompor. Otomatis, akan membuat si koki kepanasan bila memasak di tempat sempit. Begitu juga memasak gulai lokan, kuali yang digunakan lumayan besar, agar mampu menampung banyak kuah.
Memasak gulai lokan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sementara membuat roti jalo, sebuahnya hanya dalam hitungan menit. Namun, jumlahnya yang banyak tentu menghabiskan waktu lama.
Mencetak roti jalo harus banyak lantaran kaum hawa ini paham betul tidak akan kenyang hanya makan sepotong. “Kalau roti jalonya satu, hanya sekali suap. Harus banyak dibuat,” kata Hj Khamaiyah, anggota DPRK Aceh Singkil.
Benar saja, roti jalo bentuknya hanya sebesar telapak tangan. Sangat tipis. Nyaris sama dengan sarang laba-laba. Tentunya, terasa kurang di perut bila sudah diguyur gulai lokan hangat. Tangan Upi yang kebagian membuat roti jalo, begitu cekatan. Secangkir adonan tepung terigu dimasukkan dalamcetakan, lalu diputar di atas kuali membentuk jaringan.
Setelah menunggu sekitar tiga jam, roti jalo telah tersusun rapi dalam nampan. Semerbak harum kuah lokan menggugah selera. Saatnya mencicipi. Hmm.. Benar saja, perpaduan roti jalo dengan kuah gulai lokan, terasa begitu nikmat. Kendati sore itu perut sudah terisi nasi, lidah serasa tak mau berhenti menikmati roti jalo gulai lokan.
Tak ketinggalan Haji Suwan. Kepala Dinas Catatan Sipil Aceh Singkil itu juga mendapat kehormatan pertama kali menyantap roti jalo gulai lokan hasil olahan kaum ibu. Seisi rumah itu benar-benar merasakan kelezatannya. Semangkuk roti jalo gulai lokan ludes dalam hitungan menit. Bahkan, bisa tambah sampai dua kali. Kini, saatnya Anda mencoba memasak di rumah.(*)