250 Ton Produk Impor Tiba di Krueng Geukueh
Sebanyak 250 ton produk makanan asal Malaysia, Minggu (15/12), tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara
* Aceh Akan Ekspor Komoditas Sebanyak 50 Ton
BANDA ACEH - Sebanyak 250 ton produk makanan asal Malaysia, Minggu (15/12), tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Produk tersebut dipasok oleh perusahaan importir lokal, PT Abi Isma Atra, yang bekerja sama dengan perusahaan asal Malaysia, CV Global Pangan.
“Kapal merapat ke pelabuhan sekitar pukul 04.00 WIB, membawa produk makanan kacang-kacangan,” kata Direktur PT Abi Isma Atra, Husin Isma, kepada Serambi, kemarin.
Pengangkutannya menggunakan kapal tongkang KMP Tanjung Harapan berkapasitas 500-1000 ton. Pihaknya mengaku telah mengontrak kapal tersebut untuk mengangkut berbagai barang kebutuhan ekpor dan impor. Dalam satu bulan akan ada lima kali pelayaran dengan rute Krueng Geukuh-Porklang, Malaysia.
“Saat kembali ke Malaysia, kapal nanti akan memuat kelapa bulat, kunyit, dan kemiri sebanyak 50 ton. Permintaan akan komoditas ini di Malaysia cukup tinggi karena sulit diperoleh,” sebut Husin Isma.
Sebenarnya, lanjut dia, dengan besarnya selirih volume barang yang diimpor dengan yang diekspor, pihaknya masih rugi. “Untuk merintis suatu kegiatan bisnis yang kegiatannya belum banyak dilakukan oleh pengusaha lokal kita, maka kita harus berani rugi. Begitu juga mitra kerja eksportir kita yang ada di Malaysia,” tuturnya.
Husin Isma memang sengaja mengundang eksportir asal Malaysia, Aquin, agar bisa melihat langsung berbagai jenis komoditas yang ada di Aceh dan bisa diekspor ke Malaysia.
Kepala Dinas Perindusrian dan Perdagangan Aceh, Safwan mengatakan, kegiatan impor dan ekspor yang dilakukan oleh PT Abi Isma Atra, merupakan tindak lanjut dari izin impor barang tertentu yang telah diberikan Menteri Perdagangan kepada Pemerintah Aceh melalui Permendag Nomor 61 tahun 2013.
Dalam Permendag tersebut ada 840 jenis item barang yang diizinkan untuk diimpor. Terdiri dari produk makanan dan minuman, pakaian jadi, alas kaki dan elektronik. “Produk yang diimpor PT Abi Isman Atra itu masuk dalam daftar 840 jenis item barang tersebut,” ujarnya.
Pihaknya berharap, kegiatan serupa juga dilakukan oleh pengusaha lokal lainnya. Dia berkeyakinan, izin impor tersebut bisa mendorong aktivitas perdagangan luar negeri di Aceh bergeliat lagi seperti masa Jayanya di tahun 1960-1970 an.(her)