Cut Rianda Zuhra,Albumnya Sampai ke Batam dan Malaysia
GADIS remaja yang memiliki tinggi badan 150 Cm tersebut, tampak tersenyum ramah dan tersipu ketika melihat Serambi
GADIS remaja yang memiliki tinggi badan 150 Cm tersebut, tampak tersenyum ramah dan tersipu ketika melihat Serambi sudah berada di ruang tamu rumah kontrakan orang tuanya di Desa Gampong Baroe, Kota Juang, Bireuen, Sabtu (28/12) kemarin.
Dara manis yang baru pulang dari sekolah langsung bersalaman dengan Serambi yang sudah menunggu untuk mewawancaranya. Tanpa mengganti seragam sekolahnya, gadis manis yang memiliki nama lengkap Cut Rianda Zuhra (17), duduk di kursi tamu yang didampingi ayahnya Juanda Abdullah dan ibunya Daiyah Ismail.
Icut adalah penyanyi Aceh yang kini mulai dikenal hampir seantero Serambi Mekkah maupun luar Aceh. Ia sukses dengan beberapa album religi yang VCD-nya juga dipasarkan sampai ke Batam (Kepulauan Riau) dan Malaysia. Album religi Cut Rianda yang cukup popular berjudul Kakbah.
Album tersebut sudah dikeluarkan dua edisi, Kakbah I dan Kakbah II. “Alhamdulillah album Kakbah I sudah terjual sekitar 50.000 keping yang tersebar di seluruh Aceh, Batam dan Malaysia, sedangkan album Kakbah II saat ini sudah beredar di pasaran,” kata Icut sembari memperlihatkan album VCD-nya tersebut.
Menurut siswi kelas III SMAN 1 Bireuen ini, dirinya bisa sukses bukan karena hasil belajar dan usahanya semata, tapi juga karena adanya campur tangan Allah Swt, Sang Pencipta. “Saya hanyalah seseorang yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, tapi Allah-lah yang memberikan saya sukses, dan saya sangat bersyukur atas anugerah yang Allah berikan itu,” kata Icut.
Namun Icut sangat bercita-cita untuk menjadi penyanyi religi yang terkenal seperti Fatin Sidqia, Opick dan penyanyi-penyanyi religi Indonesia lainnya. “Saya sangat ingin rekaman di Jakarta agar bisa terkenal seperti mereka, tapi saat ini saya masih fokus sekolah apalagi menjelang Ujian Nasional (UN) yang tinggal beberapa bulan lagi,” katanya.
Bakat menyanyi Icut sudah ada sejak ia masih duduk di sekolah Taman Kanak-kanak. Ketika duduk di bangku SD, Icut sering tampil di radio lokal Peusangan. Dara yang bercita-cita ingin bekerja di bank itu, mulai membuat album VCD ketika masih duduk di bangku kelas enam SD.
Selain sukses dengan album-album religi, Icut juga sering tampil di panggung saat acara kemanusian atau penggalangan dana untuk korban bencana alam gempa Gayo dan Tangse dan korban perang Palestina yang digelar di Bireuen, Banda Aceh, maupun daerah-daerah lainnya.
Ia juga pernah duet bersama seniman atau penyanyi Aceh terkenal Rafli saat tampil di Bireuen beberapa waktu lalu. “Saya selalu siap menghibur masyarakat maupun korban bencana dan siap manggung pada acara-acara kemanusian, seperti sosialisasi narkoba maupun penggalangan dana untuk korban bencana alam dan perang, tanpa harus dibayar karena untuk kemanusian, apalagi ayah saya adalah seorang relawan PMI,” pungkas Icut. (ferizal hasan)