Permata Kutacane Gelar Maulid
Yayasan Persatuan Masyarakat Aceh (Permata) Kutacane, Aceh Tenggara, memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
KUTACANE - Yayasan Persatuan Masyarakat Aceh (Permata) Kutacane, Aceh Tenggara, memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di komplek yayasan di Desa Perapat Hilir, Kecamatan Babussalam, Selasa (14/1). Sebagai penceramah Ustadz Salman Al Farisi dari Tanjung Dalam, Pantonlabu, Aceh Utara.
Acara bertemakan: “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H, mari Kita Tranformasikan Tauladani Nilai-nilai Akhlaq Baginda Rasullulah SAW Dalam Kehidupan Sehari-hari.” Peringatan salah satu hari-hari besar Islam itu juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Agara H Ali Basrah SPd MM, Ketua DPRK Agara M Salim Fakhri SE MM, Ketua Mahkamah Syariah Kutacane Husaini dan Asisten III Setdakab Sahidal Kastri SPd MPd.
Ustadz Salman Al Farisi dalam uraiannya lebih banyak mengupas tentang sejarah sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sunnah dan Al-Qur’an. Dia menilai sudah banyak umat Muslim yang meninggalkan wasiat-wasiat Rasulullah dan sudah jarang terdengar lantunan ayat suci Al-Quran di rumah-rumah. “Marilah kita berpegang teguh pada Quran dan Hadist,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Harian Permata, Tgk Zupri dalam sambutannya, mengatakan, pada 2013 telah melaksanakan berbagai agenda yakni pembangunan masjid dari sumbangan masyarakat. Dia berharap dapat menyelesaikan drainase (saluran pembuang) karena saat hujan turun, kerap menggenangi halaman masjid.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Aceh Tenggara, Ali Basrah mewakili Pembina Yayasan Permata, mengatakan akan memperbaiki saluran pembuang tersebut. Ali Basrah juga menyinggung tentang jumlah keberagaman warga yang berjumlah 9 etnis yakni suku Alas, Gayo, Tapanuli, Jawa, Nias, Aceh pesisir, Padang dan suku lainnya.
Dia menjelaskan, 70 persen warga Agara beragama Islam dan 30 persen non- Muslim. “Tetapi, kita tetap bisa hidup damai dengan suku-suku lain dan agama lain,” ujarnya. Dia berharap agar Dinas Syariat Islam dapat terus mensiarkan Islam dan program hafiz Quran.
“Gaji ustadz sekitar Rp 4 juta perbulannya dan kita akan seleksi ustadz tersebut<“ Ujar Wabup Agara. Ditambahkan, 20 desa di Agara dijadikan contoh untuk memberantas buta aksara dan seluruh masyarakatnya bisa membaca Quran dengan baik dan benar.
Ali Basrah menyatakan akan membuat musabaqah tilawatil quran (MTQ) tingkat kecamatan dan setiap kecamatan mendapat dana pembinaan Rp 50 juta. Ali Basrah juga menyinggung, tempat maksiat yang disebut Pajak Seban yang terletak di belakang gedung DPRK Agara yang tidak ada lagi dan akan diganti dengan taman yang disambut tepuk tangan ribuan masyarakat.(as)