Aceh Tamiang
Sawah di Marlempang Masih Tertimbun Lumpur Kering, Warga Alih Profesi Jadi Perajin Sapu Lidi
Proses pembersihan manual yang dilakukan warga belum membuahkan hasil, sehingga warga memilih meninggalkan lahannya
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Akibat banjir 2025 lumpur tebal menutupi seluruh hamparan sawah di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
- Kondisi lumpur sudah mengeras, sehingga proses pembersihan membutuhkan alat berat.
- Proses pembersihan manual yang dilakukan warga belum membuahkan hasil, sehingga warga memilih meninggalkan lahannya untuk beralih profesi lain.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Banjir bandang akhir November 2025 masih menyisakan lumpur tebal yang menutup seluruh hamparan sawah di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Ketebalan lumpur yang mencapai 30 centimeter ini menyulitkan warga membersihkan lahan untuk memulai musim tanam baru.
“Di Dusun Satu ada 22 hektare, semuanya masih lumpur,” kata Arif, seorang warga setempat, Rabu (6/5/2026).
Kondisi lumpur sudah mengeras, sehingga proses pembersihan membutuhkan alat berat.
Proses pembersihan manual yang dilakukan warga belum membuahkan hasil, sehingga warga memilih meninggalkan lahannya untuk beralih profesi lain.
Arif mengatakan profesi baru ini dominan sebagai perajin sapu lidi. Warga mengumpulkan pelepah kelapa sawit untuk diiris dijadikan sapu lidi.
Berharap ada bantuan
Namun karena hasil yang didapat tidak memadai, warga tetap berharap ada program bantuan membersihkan lahan sawah.
Persoalan di Marlempang bukan hanya sawah kering akibat tertutup lumpur pascabanjir bandang.
Ia menyampaikan di kampung ini ancaman banjir susulan juga besar terjadi.
Dia mengatakan tanggul tersebut direhabilitasi secara swadaya pada Februari 2026. Material yang digunakan sebatas tanah yang diambil dari sekitar tanggul yang mengandung unsur pasir.
“Tanah di sini mengandung pasir, beberapa titik sudah ada yang longsor,” kata Arif, Selasa (5/5/2026).
Perbaikan yang dilakukan warga diakuinya harus dilakukan sebagai antisipasi luapan air Sungai masuk ke pemukiman.
Awalnya mereka berharap perbaikan sederhana ini dilanjutkan pihak berwenang untuk menghasilkan kualitas yanag lebih baik.
“Harapan kami ada tindaklanjut, karena hari ini kerusakan terus melebar,” ungkapnya.
Awalnya kerusakan tanggul ini hanya selebar lima meter. Namun karena gerusan air Sungai terus terjadi, panjang perbaikan sudah mencapai 100 meter. (mad)
Baca juga: Areal Sawah Kering Akibat Kemarau, Petani di Abdya Gotong Royong Perdalam Aliran Sungai
sawah kering
Areal sawah kering
Tertimbun Lumpur
Kampung Marlempang
alih profesi
pengrajin
sapu lidi
Aceh Tamiang
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Tanggul Marlempang di Aceh Tamiang Kritis, Warga Dihantui Banjir Susulan |
|
|---|
| Pascabanjir, Seratusan Poskesdes di Aceh Tamiang Belum Sepenuhnya Pulih |
|
|---|
| Sekolah Inspirasi Bangsa Siapkan Motivator Muda di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Banjir Bandang November 2025 Lalu Rusak 14 Destinasi Wisata Aceh Tamiang |
|
|---|
| Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Mulai Menyasar Pemulihan Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sawah-kering-0705.jpg)