Super Ball
Atmosfir Stamford Bridge Rambah Kutaraja
ATMOSFIR laksana di tribun-tribun Stadion Stamford Bridge, London sebagai altar super bigmatch pekan ke-22
ATMOSFIR laksana di tribun-tribun Stadion Stamford Bridge, London sebagai altar super bigmatch pekan ke-22 yang mempertemukan dua raksasa Liga Inggris, Chelsea versus Manchester United (MU), seperti hadir di Banda Aceh, Minggu (19/1) malam. Bagaimana tidak, jika di kandang ‘Si Biru’ nun jauh di Negeri Ratu Elizabeth sana, suporter kedua tim datang ke stadion lengkap dengan baju dan atribut kebesaran klub masing-masing, di Kutaraja pun tak jauh berbeda.
Walau hanya menyaksikan perjuangan tim kesayangannya lewat layar lebar, tifosi Chelsea Tanah Rencong yang tergabung dalam Chelsea Indonesia Suporter Club (CISC) Aceh dan komunitas suporter MU, United Indonesia Banda Aceh (UI-BNA) tetap berpakaian dan bertingkah layaknya sedang menonton langsung di lapangan. Setidaknya begitulah pemandangan yang terlihat dalam acara nonton bareng (nobar) laga Chelsea melawan Manchester United di Haba Café, Lamprit, Banda Aceh, Minggu (19/1) malam. Pada acara nobar yang digagas harian Serambi Indonesia dan harian olahraga nasional Super Ball bekerjasama dengan CISC Aceh itu, kedua fansclub memang hadir dengan atribut kebesaran klubnya.
Seperti pemandangan umumnya tifosi ‘Si Biru’ di Stamford Bridge sana, fans Chelsea yang duduk di sebelah kiri layar juga memakai jersey biru plus syal di leher dan pernak pernik The Blues lainnya. Sedangkan di sebelah kanan, pendukung MU pun tak mau kalah dengan mengenakan baju warna kebesaran The Red Devils yakni merah menyala plus embel-embel syal ‘Setan Merah’.
Dan seperti atmosfir di stadion, saat pemain kedua tim masuk ke lapangan, gemuruh dan sorak-sorakan fans kedua klub Liga Inggris di Aceh itupun mulai membahana. Pluit kick-off melengking, kedua fans sudah pun bergantian menyanyikan lagu kebanggaan klubnya. Fans Chelsea menyanyikan ‘Blue Flag’ dan chant lainnya, sementara pendukung MU dengan lagu ‘Glory-glory Manchester United’. Suasana kian heboh tatkala fans Chelsea sesekali secara serentak menyebutkan nama The Special One, Jose Mourinho, sang arsitek ‘Si Biru’.
Menit demi menit laga berjalan, mata para fans pun makin nanar menatap layar tancap dengan wajah tegang tatkala timnya sedang tertekan. Suasana kian meriah karena gemuruh dan pekikan dukungan kedua kubu silih berganti bersahutan. Tepat menit 17, gol yang dilesakkan Samuel Eto’o membuat fans Chelsea berlompatan dan larut dalam euforia. Di sebelahnya, pendukung MU terdiam menyaksikan aksi pemain Timnas Kamerun itu menjebol gawang David de Gea via siaran ulang.
Fans MU kembali terdiam kala pendukung Chelsea merayakan gol kedua, yang lagi-lagi dicetak Samuel Eto’o usai memanfaatkan umpan Gary Cahill di menit 45. Lagu kebanggaan ‘Si Biru’ pun seolah mendominasi nobar tersebut, karena fans ‘Si Merah’ lebih memilih diam. Suasana makin bergemuruh manakala Eto’o mencetak hetriknya di menit 49. Lagi-lagi fans The Blues berlompatan kegirangan, seiring wajah buram pendukung The Red Devils.
Wajah-wajah suporter MU terlihat mulai tak bersemangat setelah kecolongan tiga gol. Rasa frustrasi dan putus asa mulai mencuat di muka member United Indonesia Banda Aceh (UI-BNA) itu. Mereka merasa tak mungkin lagi membalikkan keadaan di tengah waktu yang terus menipis. Saking pesimisnya, fans MU bahkan nyaris tak merayakan gol Javier ‘Chicharito’ Hernandez di menit 78 yang membuat skor berubah 1-3. Suasana nobar pun terasa berat sebelah karena cuma pendukung Chelsea yang masih getol bernyanyi hingga laga usai.(adi)