Kamis, 14 Mei 2026

Serambi Property

REI dan Apersi Aceh Pacu Rumah Murah

Rumah telah menjadi impian bagi semua orang, bukan hanya kalangan atas, tetapi juga kalangan berpenghasilan rendah (MBR)

Tayang:
Editor: bakri

BANDA ACEH - Rumah telah menjadi impian bagi semua orang, bukan hanya kalangan atas, tetapi juga kalangan berpenghasilan rendah (MBR). Persoalan harga tanah yang terus melambung dan ketersediaan lahan yang makin terbatas di perkotaan, seperti Banda Aceh telah membuat para pengembang kesulitan membangun rumah murah bagi masyarakat.

Dua asosiasi perumahan yang eksis di Aceh, RealEstat Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) terus berupaya menyediakan rumah murah bagi warga Aceh. Bukan hanya di seputaran Banda Aceh, tetapi juga wilayah kabupaten/kota di Aceh.

Pendobrak rumah murah pertama dilakoni BS Property yang dipimpin Zulfikar SE Ak, yang juga Ketua REI Aceh saat ini. Dia yang awalnya didukung sejumlah perbankan, membuka lahan di kawasan Blangbintang, Aceh Besar dengan jumlah seratus unit lebih.

Tidak berselang lama, Zulfikar kembali membuka perumahan murah di kawasan Jantho dengan harga Rp 88 juta/unit. Kemungkinan, inilah pilihan yang bisa diperoleh masyarakat berpenghasilan rendah, karena untuk mendapatkan rumah tidak perlu uang muka atau 0 persen. Artinya, masyarakat tinggal mempersiapkan dokumen yang diminta perbankan dan setelah disetujui, maka rumah langsung bisa ditempati sesudah rampung dibangun.

“Untuk rumah di Griya Jantho, kami memberi kemudahan dengan tanpa uang muka dan harga masih Rp 88 juta/unit, belum ada kenaikan,” jelas Zulfikar. Disebutkan, calon konsumen hanya mencicil Rp 803 ribu/bulan selama 15 tahun. Sedangkan untuk rumah murah di Blangbintang, konsumen dikenakan uang muka 10 persen.

Warga yang ingin mendapatkan informasi tentang rumah murah di Jantho dan Blangbintang dapat menghubungi Sekretariat REI di Jalan T Iskandar, Sp BPKP Ulee Kareng, Banda Aceh No 2, Telp. 0651-32414 atau juga Kantor BS Property, Jalan Tepi Kali, Banda Aceh. Atau juga dapat menghubungi langsung nomor HP 0852-7799-4561.

Sementara itu, tidak perlu menunggu satu dekade, Apersi Aceh yang terbentuk pada 2013 mulai mengembangkan sayapnya. Afwal Winardi ST MT yang memimpin Apersi Aceh saat ini bergerilya dari satu kota ke kota lainnya di Aceh untuk membangun rumah murah.

Dua organisasi perumahan yang diakui pemerintah ini akan terus berupaya membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dukungan pemerintah kabupaten/kota menjadi salah satu prasyarat dalam membangun sebuah perumahan murah, selain perbankan dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

“Dukungan perbankan sangat diharapkan dalam pembangunan rumah murah di Aceh, seperti kemudahan dalam proses pengajuan KPR FLPP konsumen,” ujar Afwal Winardi, Jumat (31/1/2014). Dia mengungkapkan, salah satu perbankan di Banda Aceh ‘Sepertinya masih setengah hati membantu pengembang perumahan murah.’

Dia berharap, perbankan juga memberi berbagai kemudahan kepada pengembang dan konsumen rumah murah, yang merupakan program pemerintah dalam menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat.

Dia menyatakan rarga rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada tahun 2014 ini, antara Rp 95 juta sampai Rp 115 juta/unit, tergantung lokasi atau naik dibandingkan 2013 lalu, Rp 88 juta/unit.

Bagi para peminat yang ingin mengetahui ionformasi tentang rumah murah dapat menghubungi langsung Kantor Apersi Aceh di Jl Iskandar Muda No 78-79, Lamkuweh, Banda Aceh atau arah ke Ulee Lheue. Selain itu, Afwal menjelaskan pada Sabtu (8/2) mendatang, akan digelar acara pengukuhan para pengurus Apersi Aceh, termasuk DPD yang dihadiri langsung Ketua Umum Apersi Pusat, Eddy Ganefo di Banda Aceh.(muh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved