Super Ball

Pesta Juventini, Duka Interisti

SUASANA kontras terlihat dalam nonton bareng Serie A Liga Italia, Senin (3/2) dinihari. Jika euforia kemenangan terlihat

Editor: bakri

SUASANA kontras terlihat dalam nonton bareng Serie A Liga Italia, Senin (3/2) dinihari. Jika euforia kemenangan terlihat cukup jelas dalam nonton bareng fans Juventus yang tergabung dalam Juventus Club Indonesia (JCI) Chapter Aceh di The Palace, Beurawe, Banda Aceh, di Paris Coffe, Batoh, justru raut-raut muka penuh kecewa cukup kentara. Rupanya, wajah-wajah kusut tersebut adalah puluhan fans Inter Milan yang tergabung dalam Inter Club Indonesia Moratti (ICI) Regional Atjeh. Para Interisti ini harus berbalut duka setelah menyaksikan tim kesayangannya dibantai Juventus 1-3 di Juventus Stadium, Senin (3/2) dinihari WIB.

Kontras memang yang terjadi Senin dihari itu. Antusiasme tinggi ratusan Juventini--sebutan pendukung ‘Si Nyonya Tua’--begitu begitu menggelora usai tim kesayangannya memetik kemenangan meyakinkan atas Inter Milan, berbanding terbalik dengan para Interisti yang justru harus larut dalam nestapa meratapi kekalahan timnya. terlebih lagi, hasil ‘Derby d’Italia’ itu membuat status kedua tim bertolak belakang, Juve kian mantap di puncak sementara Inter makin menjauh dari perburuan Scudetto.

Dinihari itu mutlak memang menjadi milik para Juventini. Bahkan, fans Juventus itu hanya butuh waktu 15 menit untuk meluapkan kegembiraannya hingga dinginnya cuaca dinihari itu tak terasa. Gol pembuka La Vecchia Signora tercipta lewat hentakan Stephan Lichtsteiner. Keunggulan ini mendapat sambutan luar biasa dari para Juventini yang memang sangat berharap bisa menang demi memperkokoh posisi di puncak klasemen. Usai gol pembuka, penantian gol kedua ratusan fans yang memenuhi café tiga pintu itu cukup lama terjadi.

Karena, baru di babak kedua tepatnya menit ke-47 fans Juve kembali berpesta. Adalah Giorgio Chiellini yang mengoyak gawang Inter Milan untuk kali kedua sekaligus menghadirkan gemuruh kemenangan di benak Juventini. Fans Juve itupun bagai tak terkendali hingga semuanya tenggelam dalam kenikmatan pesta di larut malam. Optimisme kemenangan timnya makin bertambah hingga lupa bahwa dua atau tiga jam lagi sudah disambut mentari pagi.

Kegembiraan fans Juve ini ternyata tak berhenti hanya di dua gol saja. Andrea Pirlo dkk menunjukkan permainan yang cukup memberi tekanan kepada Inter Milan hingga fans menyambut tiap serangan dengan penuh bersemangat. Akhirnya, kerinduan untuk melihat gol ketiga bagi Juve kembali terjadi. Kali ini giliran Arturo Vidal yang mencatat namanya di papan skor lewat golnya di menit 56. Tak ada perintah merayakannya, fans Juve langsung bergemuruh hingga larut dalam kebahagiaan dan kebanggaan bersamaan selebrasi pasukan Antonio Conte.

Alhasil, gol tunggal Inter Milan melalui Rolando di menit 72 seperti tak membuat mereka gelisah. Karena tim kesayangannya yang sudah menyegel dua gelar Scudetto masih menunjukkan permainan gemilang.  Wajah-wajah penuh gembira terlihat jelas dari tiap Juventini hingga pertandingan usai dengan skor 3-1. Rasa ngantuk seperti tak ada meski telah menyaksikan pertandingan 2x45 menit sejak pukul 03.00 hingga 05.00 WIB.

Ternyata tak jauh dari The Palace di Beurawe, suasana berbeda dengan wajah penuh kecewa terlihat di Paris Coffe, Batoh, Banda Aceh. Wajah tak bersemangat menghinggapi puluhan fans Inter Milan yang tergabung dalam Inter Club Indonesia Moratti (ICI) Regional Atjeh. Suasana malam yang makin larut kian menambah tak bergairahnya semangat para Interisti menyaksikan pasukan Walter Mazzarri bertanding. Padahal ada 10 fans Inter yang tergabung dalam Indonesia Nerazurri Medan yang ikut menonton bareng. Kebetulan fans dari provinsi tetangga ini sedang berlibur di Aceh hingga bisa bergabung dengan ICI Banda Aceh yang mencapai 70-an orang.

Gol demi gol Juve hingga membuat Inter tertinggal 0-3 kian membuat fans Nerazurri makin pesimis dan tak yakin bisa mengejarnya. Terbukti, gol Rolando di menit 72 yang memperkecil kekalahan Inter menjadi 1-3 tak disambut dengan meriah oleh semua fans. Karena dengan waktu yang tersisa dan determinasi lawan yang begitu tinggi, mustahil bisa mengejar. Akibatnya, fans Inter harus pulang dengan semangat hampa akibat kekalahan yang cukup menyakitkan.(adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved