Minggu, 17 Mei 2026

Opini

Memaknai Hari Satwa Liar Sedunia

SEBAGAI seseorang yang memiliki tiga putri yang kini beranjak dewasa dan akan mewariskan dunia ini kepada mereka

Tayang:
Editor: bakri

Oleh Robert Blake

SEBAGAI seseorang yang memiliki tiga putri yang kini beranjak dewasa dan akan mewariskan dunia ini kepada mereka, saya merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi mereka yang tidak dapat melindungi diri mereka sendiri. Kita harus merawat orang lain dan menjadi pengayom bagi alam kita. Kita harus memelihara keajaiban alam dengan menjaga sumber air, panorama alam, dan satwa liar.

Kita sering menemukan betapa lingkungan yang kita lestarikan pada gilirannya akan melindungi kita dari amukan bencana alam, seperti kejadian ketika hutan di Sumatera berhasil menahan air bah (banjir) dari wilayah pesisir, sebelum menerjang lebih jauh ke wilayah pedalaman. Walaupun kita tidak memperoleh apa-apa dari upaya pelestarian tersebut, bukankah itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan?

Kedua Negara kita memiliki kesamaan lebih dari pada yang  dibayangkan. Negara saya memiliki sejarah yang mencerminkan berbagai perjuangan, seperti misalnya untuk mencapai kemerdekaan ratusan abad sebelumnya dan untuk memperoleh hak-hak sipil beberapa dekade sebelumnya. Kami pun berupaya untuk mengimbangi pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan alam kami.

Sebagai abdi negara, saya memiliki komitmen dalam hidup untuk membantu orang lain karena menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan kondisi yang dapat melindungi semua anggota masyarakat dan lingkungan hidup kami. Kitalah yang memiliki pilihan dalam melindungi anggota masyarakat kita yang rentan dari ancaman perdagangan manusia.

Kitalah yang memiliki pilihan untuk melindungi keanekaragaman hayati dari ancaman penjarahan dan kejahatan terorganisasi yang dapat merampas kekayaan alam dari masyarakat, membahayakan kesehatan publik dengan menghindari prosedur karantina yang telah ditetapkan, dan menggerogoti aturan hukum dengan membiarkan praktik korupsi.

Perdagangan satwa liar adalah salah satu bentuk kejahatan lintas Negara terorganisasi yang paling menggiurkan dengan pendapatan tahunan mencapai 10 miliar dolar AS.

 Hari Satwa Liar
Hari ini, Senin, 3 Maret 2014, adalah pertama kalinya kita memperingati Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day), seperti yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Amerika Serikat maupun Indonesia memperingatinya sebagai hari ulang tahun dibentuknya Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora atau Konvensi Internasional tentang Perdagangan Flora dan Fauna Langka (CITES), di mana kedua Negara telah menjadi anggotanya.

Sudah jelas, penyelundupan serta perdagangan illegal satwa liar menjadi masalah bagi Amerika Serikat, namun kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusinya. Negara saya merupakan salah satu pasar utama untuk perdagangan hewan-hewan eksotis, seperti dari Indonesia. Oleh karena itu, selain usaha-usaha di dalam negeri, kami juga berkerjasama dengan para sahabat-sahabat di Indonesia untuk melawan tindak kejahatan ini. 

Pada 11 Februari 2014 lalu Presiden Obama mengumumkan Strategi Nasional AS untuk Melawan Perdagangan dan Penyelundupan Satwa Liar (US National Strategy for Combating Wildlife Trafficking), dimana salah satu aksi pertamanya dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dengan menandatangani Nota Kesepahaman untuk Konservasi Satwa Liar dan Pemberantasan Penyelundupan serta Perdagangan Satwa Liar dengan Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan.

Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, bersama kedua negara kita ini berkomitmen untuk mengembangkan kerja-sama untuk tujuan yang menjadi prioritas ini. Bahkan, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa juga memiliki andil yang sangat besar dalam penandatanganan kesepakatan ini, yaitu menjadi tuan rumah bagi peristiwa bersejarah ini. 

 Kemitraan komprehensif
Sebagai bagian dari kemitraan komprehensif yang dicanangkan oleh kedua Negara pada 2010, Amerika Serikat dan Indonesia saat ini telah berkerjasama melindungi satwa liar dengan terus mengembangkan kemampuan penegakan hukum di bidang lingkungan hidup, memperluas kegiatan-kegiatan konservasi dan melaksanakan kampanye-kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Hal itu, antara lain diwujudkan dalam bentuk: Pertama, program pengalihan utang Indonesia dan menggantinya dengan kegiatan konservasi hutan atau TFCA di Sumatera dan Kalimantan, senilai hampir 60 juta dolar AS, telah membantu Indonesia dalam melestarikan spesies langka, termasuk di antaranya Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrenis-ed).

Kedua, sejak 2010, Amerika Serikat telah berkomitment untuk memberikan bantuan senilai 13 juta dolar AS dalam upaya perlindungan Orang Utan dan 500.000 hektare habitat mereka. Ketiga, dalam kurun lima tahun terakhir ini, Amerika Serikat telah menginvestiasikan 16 juta dolar AS untuk memerangi penyelundupan dan perdagangan satwa liar melalui program the ASEAN-Wildlife Enforcement Network and Asia’s Regional Response to Endangered Species Trafficking (ARREST).

Keempat, pada 12 Januari lalu, dalam sebuah operasi penegakan hukum global yang disponsori oleh pemerintah Amerika Serikat serta melibatkan para penegak hukum dari Indonesia, AS, Cina, dan negara-negara lainnya di Afrika dan Asia, pihak berwenang di Hong Kong berhasil menyelamatkan 2.000 ekor kura-kura langka dari Indonesia yang akan diselundupkan ke Cina daratan.

Kura-kura hidung babi (Carettochelys insculpta) akhirnya dapat dikembalikan ke Indonesia pada 13 Februari lalu. Para penyidik kini tengah bekerja untuk mengidentifikasi eksportir ilegal dari Indonesia serta importir ilegal dari Cina. Dan, kelima, kami juga mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah menetapkan Pari Manta (Manta birostris-ed) sebagai jenis ikan yang dilindungi.

Dalam rangka merayakan Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day) ini, saya mengajak setiap orang untuk membuat usaha sendiri dalam melindungi satwa liar. Anda bisa menandatangani sebuah petisi seperti yang dilakukan dalam kampanye perlindungan ikan hiu. Anda juga bisa menghindari menggunakan produk-produk yang bisa membahayakan binatang. Anda membuat keputusan, maka Anda membuat perubahan.

* Robert Blake, Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia, di Jakarta. Artikel ini dikirim ke Redaksi Serambi Indonesia oleh Rachma Jaurinata, Political-Economic Specialist, American Presence Post, Konsulat AS di Medan. Email: JaurinataRA@state.gov 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved