Serambi Property
Rumah Murah Mata Ie Mulai Dipesan
Rumah murah bersubsidi pemerintah di kawasan Desa Lang, Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang berjarak sekitar 8 km
* Booking Tetap Rp 1 Juta
BANDA ACEH - Rumah murah bersubsidi pemerintah di kawasan Desa Lang, Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang berjarak sekitar 8 km dari Banda Aceh terus diburu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pesanan terus berdatangan sejak dibuka pada Senin (10/3) dan telah mencapai puluhan unit, sampai Sabtu (15/3).
Yafiz Akbar ST, Wakil Sekretaris REI Aceh, Sabtu (15/3) menyatakan animo masyarakat untuk memiliki rumah murah di Mata Ie sangat tinggi. Disebutkan, rata-rata sepuluhan orang datang setiap hari untuk menanyakan informasi rumah Mata Ie yang dibandrol Rp 105 juta/unit.
Dia mengungkapkan sejak hari pertama dibuka pada Senin (10/3), kantor pemasaran di BS Property, Jl Tepi Kali, Banda Aceh terus didatangi warga. Demikian juga di Sekretariat REI Aceh, Jalan T Iskandar, Ulee Kareng, serta di kantor Kena Usaha, Jl T Umar, Banda Aceh.
Yafiz menyatakan rumah bertype 36 m2 dengan luas tanah 105 m2 ini tetap boleh dibooking, hanya dengan Rp 1 juta/1 unit rumah. Dia menjelaskan, lokasi pembangunan di Desa Lang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar atau lebih dikenal dengan kawasan Mata Ie sudah memasuki tahap pembersihan lahan.
“Booking rumah ini cukup dengan dana Rp 1 juta dan uang muka dapat dicicil,” ujarnya. Tetapi untuk hal lainnya, persyaratan administrasi yang diminta perbankan harus juga dipersiapkan, sehingga dapat diperiksa terlebih dahulu, sebelum KPR subsidi disetujui, katanya.
Dia memperkirakan, dengan desain perumahan yang sudah dibuat, perumahan akan langsung dibangun, seusai pembersihan dan kavling lahan telah dibuat di lapangan. Direncanakan, lahan seluas 10 hektare tersebut dengan rumah sebanyak 500 unit, sebagian digunakan untuk lainnya.
Disebutkan, komplek perumahan murah ini akan dilengkapi dengan mushala, taman dengan luas 5 persen dari total lahan, serta lainnya. Yafiz menyatakan untuk perumahan, luas lahan yang digunakan sebanyak 70 persen, selebihnya untuk jalan dan saluran.
Seperti diketahui, KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan program subsidi pemerintah untuk menyediakan pembiayaan pemilikan rumah tinggal bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, suku bunga hanya 7,25 persen dengan uang muka ringan dan dapat dicicil antara 15 sampai 20 tahun, tergantung bank.
Sementara itu, calon penerima KPR subsidi ini telah berusia 21 tahun atau telah menikah, belum pernah memiliki rumah atau belum pernah menerima subsidi perumahan. Termasuk dalam masyarakat perpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
Memiliki penghasilan pokok maksimal Rp. 3,5 juta per bulan dan NPWP Pribadi. Selain itu, kartu keluarga, foto suami-istri, surat keterangan bekerja, surat penghasilan dan lainnya.(muh)