Giok Aceh Terjual Rp 2,5 Miliar
Batu giok Aceh yang berasal dari Nagan Raya berhasil terjual dengan harga fantastis, Rp 2,5 miliar
JAKARTA - Batu giok Aceh yang berasal dari Nagan Raya berhasil terjual dengan harga fantastis, Rp 2,5 miliar, dalam pameran “Indonesia Gamestone” di Jakarta. Batu yang sudah diolah dalam bentuk mata cincin berbagai ukuran itu diborong oleh pengusaha Taiwan.
Teuku Fadli, sang pemilik batu, mengatakan, itu adalah penjualan rekor tertinggi untuk batu giok Aceh. “Pembelinya dari Taiwan. Mereka borong semua koleksi batu Aceh yang kalau disatukan seluruhnya memiliki berat 2,5 kg,” kata Teuku Fadli yang dipanggil “Kopral Jendral” saat ditemui Serambi di Plaza Batu Jatinegara, Jakarta, Jumat (6/6).
Sejak 2013, batu giok Aceh mulai berkibar di kancah batu nasional. Ini ditandai dengan diraihnya predikat juara dalam pameran “Gamestone Indonesia” dan diikuti juara dua dalam pameran serupa pada 2014.
Teuku Fadli menjelaskan, perjuangan masuknya batu Aceh di kancah batu nasional dilakukan sejak 2008. Tapi baru berhasil pada 2013. “Dulu batu Aceh tidak pernah dilirik. Selalu disebutkan batu ‘sungai dare’ dari Sumatera Barat. Padahal batu Aceh lebih unggul dari batu Sumbar,” kata Teuku Fadli.
Hasil penelitian laboratorium, batu Aceh memiliki keunggulanuntuk dua hal, yaitu kekeristalan dan kekerasannya, mencapai 7 skala, sedangkan batu Sumbar 6,5 skala mouse. Teuku Fadli sedang memperjuangkan masuknya giok Aceh ke dalam Gemologis International of America, yaitu lembaga yang mengakui batu dunia. “Sampai sekarang Indonesia belum masuk dalam data mereka,” kata Fadli.
100 Ton
Teuku Fadli yang rutin menggelar ‘open house giok’ di Jakarta mengatakan, batu yang didagangkan di Jakarta berasal dari Nagan Raya. Ia memprediksi saat ini di Ibukota terdapat 100 ton batu giok, tapi yang benar-benar kelas super masih terbatas.
Fadli menyarankan batu yang dibawa ke Jakarta sebaiknya diolah di Aceh. Fadli sendiri menggosok batunya di Banda Aceh. Dekgam dan Win, adalah dua orang penggosok batu terbaik yang berdomisili di Punge Banda Aceh. “Jangan lupa, penggosok batu terbaik ada di Aceh,” katanya.(fik)