Jumat, 5 Juni 2026

Berita Internasional

Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS?

Iran mengklaim berhasil menggunakan sistem pertahanan udara terbaru buatan dalam negeri untuk menembak jatuh pesawat

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus memanas setelah Kementerian Intelijen Iran menuding musuh-musuhnya mulai mengubah strategi konfrontasi dari serangan militer langsung menjadi “perang hibrida” yang menargetkan stabilitas internal negara tersebut. 

Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS?

SERAMBINEWS.COM – Iran mengklaim berhasil menggunakan sistem pertahanan udara terbaru buatan dalam negeri untuk menembak jatuh pesawat nirawak atau drone milik Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz.

Klaim tersebut kembali menarik perhatian dunia terhadap kemampuan militer Teheran setelah berbulan-bulan menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Jumat (29/5/2026), media Iran menyebut drone MQ-9 Reaper milik AS berhasil ditembak jatuh di dekat Pulau Qeshm menggunakan sistem pertahanan udara baru bernama Arash-e Kamangir.

Meski demikian, hingga kini belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan kebenaran klaim tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Baca juga: Kerbau “Donald Trump” Selamat dari Penyembelihan Idul Adha, Kini Dirawat di Kebun Binatang

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Drone AS

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa sistem Arash-e Kamangir digunakan untuk mencegat pesawat nirawak pengintai yang disebut sebagai "musuh" di wilayah Selat Hormuz.

Media Iran menyebut sistem tersebut memiliki kemampuan mendeteksi target secara tersembunyi dan dirancang untuk menghadapi ancaman udara modern.

Menurut laporan tersebut, penggunaan sistem baru ini merupakan pesan tegas kepada negara-negara yang melakukan operasi militer di dekat wilayah udara dan perairan Iran.

Nama Arash-e Kamangir sendiri diambil dari tokoh legendaris Persia, Arash sang pemanah, yang dikenal dalam cerita rakyat sebagai pahlawan yang membantu mempertahankan wilayah Iran dari kekuatan asing.

Iran menyatakan keberhasilan mencegat drone AS menjadi bukti bahwa kemampuan pertahanan negaranya masih berfungsi meskipun telah berbulan-bulan menjadi sasaran serangan.

Baca juga: Update Hari ke-89 Perang Iran: AS Kembali Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Kian Memanas

Seberapa Kredibel Klaim Iran?

Sejumlah analis internasional mengingatkan bahwa klaim tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.

Pasalnya, Iran memiliki riwayat mengumumkan berbagai pencapaian militer yang sulit diverifikasi oleh pihak independen.

Meski begitu, para pakar menilai konsep sistem yang diklaim Iran cukup masuk akal.

Dosen senior studi keamanan di King's College London, Mark Hilborne, mengatakan Iran selama bertahun-tahun telah berinvestasi dalam pengembangan sistem pertahanan murah, portabel, dan diproduksi secara lokal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved