Serambi Spiritual

Puasa Melatih Ketulusan

Puasa melatih ketulusan setiap jiwa manusia yang melaksanakan ibadah bulan Ramadhan tersebut. Bulan puasa, bukan saja sebagai bulan pendidikan, namun.

Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
zoom-inlihat foto Puasa Melatih Ketulusan
Prof Drs H Yusny Saby MA PhD

Laporan : Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puasa melatih ketulusan setiap jiwa manusia yang melaksanakan ibadah bulan Ramadhan tersebut. Bulan puasa, bukan saja sebagai bulan pendidikan, namun banyak filosofi lain yang mengadung unsur pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Puasa bukan saja menahan lapar lapar dan dahaga, namun dibalik itu, banyak hikmah yang terkadung termasuk aspek sosial dan kesehatan.  Hal tersebut dikatakan guru besar Universitas Islam  Negeri (UIN) Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Prof Drs H Yusny Saby MA PhD dalam dialog interaktif  program "Serambi Spiritual" Kerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dengan tema 'Hikmah Diwajibkan Puasa Sejak Umat Nabi Terdahulu' di Studio Serambi FM Jalan Raya Lambaro, Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya,  Aceh Besar, Senin (14/7/2014).

Profesor Yusny Saby mengatakan, diwajibkan puasa bukan hanya puasa sosial atau puasa entertaimen semata, namun, dengan berpuasa yang sebenarnya, seorang muslim dilatih kepekaan sosial terhadap umat manusia lainnya. Untuk itu, umat Islam diwajibkan berpuasa seperti umat-umat terdahulu, agar kepekaan untuk membantu masyarakat yang lemah semakin terlatih. Yusni Saby mengatakan, gaya hidup masyarakat modern yang cenderung konsumtif, telah menyebabkan berbagai macam penyakit yang diderita oleh masyarakat, terutama oleh orang-orang kaya, sehingga mereka cenderung menderita kegemukan (obesitas). Prilaku seperti ini, tidak akan terjadi bila seorang muslim memiliki kepekaan sosial dengan membagikan sebagian hartanya kepada fakir-miskin. Yusny Saby mengatakan, banyak sekali makna filosofis yang terkandung di balik kewajiban berpuasa, di samping memiliki dampak kesehatan, secara psikologis, puasa melatihan kepekaan diri agar merasakan penderitaan orang lain, baik tetangga maupun kerabat dekat.

Guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu mengatakan, unsur penting yang harus dicapai selama Ramadhan yakni ummat muslim mampu istiqamah usai melakukan ibadah puasa, bahkan dengan puasa itu, seorang muslim memiliki sifat ubudiyah (hidup sederhana) dan tidak hanya mencintai harta benda (material). Disamping itu, dengan puasa akan melatih kepakaan sosial masyarakat, sehingga tidak hanya hidup dalam kemewahan sedangkan teangga dan kerabat lainnya dalam kesulitan."Jangan setelah bulan puasa, justru berat bedan meningkat dua kilogram, ini bukan puasa namanya," ujar Yusny Saby. Dialog interaktif  program "Serambi Spiritual" di Studio Serambi FM dengan tema "'Hikmah Diwajibkan Puasa Sejak Umat Nabi Terdahulu" dengan narasumber Prof Drs H Yusny Saby MA PhD dipandu oleh Host Serambi FM 90,2 MHz, Dosi Alfian. Serambi Spiritual kerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) untuk hari Selasa (15/7/2014) menghadirkan pemeteri Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Dr Syamsul Rijal MAg.(*)       

kunjungi juga :

www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com | www.prohaba.co | www.serambifm.com |

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved