Serambi Spiritual
Aceh Perlu Revolusi Aqidah
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aceh Terpilih, Drs Gazali Abbas Adan mengatakan, Aceh perlu adanya revolusi aqidah, bukan hanya revolusi mental.
BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aceh Terpilih, Drs Gazali Abas Adan mengatakan, Aceh perlu adanya revolusi aqidah, bukan hanya revolusi mental, seperti dicanangkan oleh calon presiden Jokowi, namun revolusi aqidah juga sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat Aceh. Menurut Gazali Abas Adan, Revolusi Aqidah sangat penting, mengingat pengamalan tentang aqidah yang cenderung menurun. Hal itu dikatakan Gazali Abas Adan dalam tausyiah dan buka puasa bersama Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Restoran Ayam Lepaas, Lamnyong, Banda Aceh, Senin (14/7/2014).
Menurut Gazali Abbas Adan, revolusi aqidah adalah suatu gerakan paling mendasar dari revolusi mental secara keseluruhan, dengan revolusi aqidah, katanya, seorang manusia akan cenderung berfikir dan bertindak sesuai dengan aqidahnya. Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, katanya, aqidah adalah barometer dan petunjuk dalam berbuat dan bertindak. Dengan pegangan ini, katanya, bahwa kehadiran Allah SWT selalu ada dalam setiap aktivitas kehidupan, baik saat bulan Ramadhan, di masjid dan di pasar-pasar, dan dalam kehidupan profesinya, maka seseorang yakin bahwa segala tindakannya tidak terlepas dari pengawasan oleh sang pencipta alam semesta.
Kalau dalam aqidah dikenal dengan halal dan haram, lanjut Gazali Abas Adan, maka dalam mengeluti profesinya, selalu memegang teguh syariat Islam yang diyakininya, baik dalam dunia bisnis maupun dalam dunia politik. Halal haram itu, sebutnya, bukan hanya diperbincangkan di masjid-masjid dan meunasah-meunasah, namun halal-haram itu juga ada dalam setiap langkah dan denyut nadi seorang muslim. “Tuhan itu ada dalam setiap sisi kehidupan, dan Allah SWT tersebut juga ada dalam dunia politik,” ujar Gazali Abbas Adan.
Dengan kata lain, seorang politikus, menjadikan aqidah agamanya sebagai landasan untuk memenangkan suatu persaingan politik, sehingga dunia politik juga memiliki aspek sopan-santun dan aturan-aturan yang harus dipatuhi untuk mencapai kemenangan itu. Ia juga berharap, setelah usainya hiruk-pikuk pesta demokrasi di Aceh, agar semua komponen merapatkan barisan guna membangun Aceh lebih maju, berkembang dan bermartabat pada masa mendatang.
Serahkan Santunan
Bersama dengan PT Astra Agro Lestari, KWPSI memberikan santunan bagi 30 anak yatim berupa paket kain sarung, sembako dan uang untuk lebaran. Paket santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Public Relation PT Astra Agro Lestari Wilayah Sumatera, Arief Winarno. Pada saat yang sama juga digelar doorprize berupa telepon seluler, powerbank dan flashdisk serta perangkat pendukung lainnya bagi wartawan yang hadir paada acara buka puasa bersama itu.
Community Development Area Manajer Aceh, Ridwan Manik mengatakan, kelapa sawit telah menjadi industri strategis di Indonesia, karena terbukti mampu menjadi lokomotif pembangunan daerah. Ridwan Manik mengatakan, di Provinsi Aceh terdapat tiga perkebunan group Astra yakni PT Karya Tanah Subur di Aceh Barat, PT Tunggal Perkasa Plantations 3 di Aceh Jaya, dan PT Perkebunan Lembah Bhakti di Aceh Singkil. Dalam operasionalnya, perusahaan ini juga menjalankan empat pilar program Coorporate Social Responsibilty (CSR) untuk masyarakat yang terdiri dari Program Peningkatan Pendapatan (IGA), Program pendidikan, program kesehatan dan lingkungan.
Acara buka puasa bersama itu turut dihadiri, Ketua Mahkamah Syariah Aceh DR H Idris Mahmudy, tokoh pers H Harun Keuchik Leumiek, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Mahyaruddin Yusuf, para akademisi, perwakilan PWI, AJI, dan berbagai organisasi profesi lainnya.(*)
kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com | www.prohaba.co | www.serambifm.com |