Kamis, 11 Juni 2026

Wali Nanggroe Ngopi di Solong Ulee Kareng

Selain memesan segelas kopi, Tgk Malik Mahmud juga menikmati kue-kue basah kesukaannya, seperti risol dan bolu.

Tayang:
Editor: RezaMunawir

Laporan: Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Suasana di Warung Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (21/7/2014) malam mendadak berbeda dari biasanya. Para penikmat kopi yang menjadi langganan tetap warkop tradisional yang tersohor ke mancanegara itu tersentak karena tiba-tiba di antara mereka hadir Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, yang resmi menjabat Wali Nanggroe sejak 16 Desember 2013.

Satu jam lamanya, sejak pukul 22.30 hingga 23.30 WIB, Wali Nanggroe Aceh Ke-9 itu menikmati ngopi malam di Warkop Solong Ulee Kareng (Ulka). Selain memesan segelas kopi, Tgk Malik Mahmud juga menikmati kue-kue basah kesukaannya, seperti risol dan bolu.

Namun, snack yang paling disukai Malik Mahmud adalah kacang goreng. Sambil ngobrol, tangannya lincah mengupas kacang goreng, lalu melahapnya. Wali yang tadi malam mengenakan baju koko putih dan kopiah riman (terbuat dari anyaman ijuk) tampak enjoy selama menikmati kopi dan kacang goreng sambil ngobrol santai.

Sehabis melakukan shalat tarawih dan takziah di kediaman salah satu staf keprotokolar Lembaga Wali Nanggroe di kawasan Ulee Kareng, tadi malam, tiba-tiba Malik Mahmud punya ide untuk ngopi bareng sambil menikmati suasana malam di Banda Aceh. Beberapa orang dekatnya menawarkan ngopinya ke Solong, Ulka saja. Malik menyetujuinya.

Malik Mahmud akhirnya datang ke Solong bersama Katibun Wali, Drs Paradis, Muhammad Yahya Muaz (Deputi Wali Nanggroe Bidang Peradaban), juga staf ahlinya, Dr Rafiq MBA dan Drs Fakhrulsyah Mega. Menurut Kasubbag Humas Sekretarist Wali Nanggroe, Cut Aja Muzita, Wali Nanggroe Malik Mahmud ingin merasakan langsung suasana malam di warung-warung Banda Aceh, sehingga ia memilih ngopi di Solong Ulka.

Di sini Wali leluasa bertemu dan berbincang dengan warga Aceh dari berbagai usia, latar belakangan pendidikan, dan profesi. Selepas dari warkop, Wali Nanggroe juga membeli beberapa barang keperluan di supermarket Ulee Kareng untuk dibawa pulang ke mesnya di Jalan Dhanubroto, Geucu Iniem, Banda Aceh.

"Kehadiran Wali di warkop pada malam hari tanpa pengawalan ini menandakan bahwa Aceh aman dan roda ekonominya terus berputar, bahkan hingga dini hari," ulas Fakhrulsyah Mega.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved