Serambi Spiritual

Bahaya Dosa dan Manfaat Taubat

Dan alangkah mulianya seorang hamba disisi Allah dengan segera bertaubat.

Editor: Faisal Zamzami

Laporan Faisal Zamzami | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sesungguhnya, dosa baik besar maupun kecil, bila dilakukan secara terus menerus, akan berdampak sangat buruk bagi jiwa dan raga pelakunya. Tak jarang dosa itu juga menimbulkan bencana yang juga mengenai orang-orang di sekitarnya. Jadi di bulan Ramadhan yang mulia ini merupakan moment tepat untuk bertaubat kepada Allah, termasuk dengan meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT.

Demikian penjelasan Ketua Advokasi, Rehabilitasi, Imunisasi Aqidah yang Terpadu Efektif dan Aktual (ARIMATEA) Aceh, Tgk Tarmizi M Daud MAg dalam dialog interaktif  program "Serambi Spiritual" di Studio Studio Serambi 90,2 FM , yang dipandu oleh penyiar, Dosi Alfian, Kamis (24/7/2014).

Dewan Syura Front pembela Islam (FPI) Aceh ini mengatakan bahwa dosa itu ibarat virus, jika semua data di komputer terkena virus maka semuanya hancur. Begitu juga dengan manusia yang berbuat dosa,  Artinya kehidupan yang positif yang kita amalkan sudah hancur dengan bisikan bisikan syetan.

“Ketika syetan telah datang maka membuat manusia malas beribadah, negatif stingking, iri hati dan hal lainnya yang dapat menjurus pada keburukan” katanya.

Ia menyebutkan bahwasanya dosa sekecil apapun mampu menjerumuskan kita kedalam abadinya api neraka. Ini sesuai dengan firman Allah;

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (QS. Thaha [20] : 124 -126).

Tgk Tarmizi menjelaskan, orang yang jauh dari tuntunan Qur’an, enggan melaksanakan ibadah dan mengingat Allah, malas mendatangi tausiah dan pengajian, membangkang dan tidak mau patuh pada Allah dan RasulNya, sangat mudah ditipu dan diperdayakan syetan dari golongan Jin. Mereka menyangka berada pada jalan yang benar dan tidak menyadari bahwa syetan telah menyesatkan mereka dari jalan Allah yang lurus.

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az Zukhruf 36). Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (QS. Az Zukhruf 37)

Jadi jika bulan bulan sebelumnya diri kita dipenuhi dengan dosa, maka bulan Ramadhan ini moment yang tepat untuk merobah diri menuju jalan kebaikan. karena tujuan semua orang orang mukmin dalam melaksanakan semua aktifitas ibadah dalam bulan ramadah untuk mencapai derajat takwa kepada Allah. Karenanya selama bulan Ramadhan ini harus ada peningkatan ibadah yang dilakukan dan setiap ibadah itu melekat pada diri.

“Dosa itu bisa menghambat segala kebaikan, karena itu jika jiwa kita dipenuhi virus dosa diperlukan ati virus untuk mengobatinya yaitu dengan memperbanyak beribadah kepada Allah” ujarnya.

Tgk Tarmizi menambahkan, manusia dan jin yang diciptakan untuk menyembah Allah. Mereka tidak untuk mencari kesenangan tetapi mereka mencari ridha Allah. Mereka tidak untuk mencari nafkah dan rizki tetapi mereka menerima rizki dan nafkah yang telah ditentukan oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah SWT pada QS.7:179; “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Begitulah dampak dosa bagi pelakunya. Orang yang sekali melakukan dosa dia enggan bertobat, maka ia akan tergoda untuk melakukan dosa lain yang kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya. Lalu dosa-dosanya itu akan semakin bertumpuk-tumpuk sehingga mengalahkan amal baiknya.

Tgk Tarmizi mengigatkan apa yang kita milik hari ini bukan milik kita, tapi milik Allah, jadi tempatkan lah segala sesuatu itu sesuai dengan perintah Allah. Dan alangkah mulianya seorang hamba disisi Allah dengan segera bertaubat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved