Serambi Spiritual

Tradisi Meriam Bambu Menyambut Lebaran

sekarang banyak kebudayaan dan adat yang ada salah di gunakan

Editor: Faisal Zamzami

Laporan Faisal Zamzami | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Banyak Tradisi di Aceh dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri atau di akhir Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Salah satu tradisi yang masih kental dan populer di sejumlah daerah di Aceh adalah menyalakan meriam bambu atau dalam bahasa Aceh disebut “teut bude trieng”. Tradisi ini harus dipertahankan karena merupakan warisan budaya.

Kolektor Naskah Kuno Aceh, Tgk Tarmizi A Hamid dalam dialog interaktif  program "Serambi Spiritual" di Studio Studio Serambi 90,2 FM , Jumat  (25/7/2014) mengatakan,  diitinjuau dari sejarah memang tradisi teut bude trieng ini harus dipertahankan karena warisan budaya. Namun yang disayangkan sekarang tradisi ini banyak disalahgunakan, karena meriam yang dibuat sekarang bukan lagi dengan meriam bambu, tetapi meriam di rakit dengan menggunakan drum minyak yang suaranya lebih dahsyat dan keras, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kalau kegiatan yang kita lakukan sudah mengganggu orang lain dan mengundang kemarahan orang lain, tentunya tidak bisa di biarkan dan ini bukan lagi permainan anak-anak, tapi sudah menggaggu hak orang lain” tegasnya.

Tgk Tarmizi dalam talk show yang dipandu oleh penyiar Dosi Alfian menyebutkan bahwa sekarang banyak kebudayaan dan adat yang ada salah di gunakan, seperti menyalakan meriam dengan menggunakan drum di akhir ramadhan, sehingga menggaggu kenyamanan masyarakat yang beribadah. Ia meminta pihak terkait harus mengambil tindakan, karena menyalakan meriam dengan menggunakan drum sudah di luar tradisi yang ada.

Ia menjelaskan, latar belakang menyalakan meriam bambu di Aceh terinspirasi dari masuknya portugis ke Aceh. Diwilayah manapun Potugis masuk,  pasti saat ini msayarakatnya ada tradisi bermain meriam bambu termasuk di Malaysia.  Bahkan saat ini meriam bambu sudah menjadi tradisi yang harus dipertahankan.

“Sangking senangnya, dulu di Aceh  jika ada anak laki-laki baru lahir dinyalakan meriam bambu, dan begitu juga orang di rantau yang baru pulang kampung juga ikut bermain meriam bambu memeriahkan malam lebaran”  sebutnya.

Tgk Tarmizi menyebutkan bahwa tradisi menyalakan meriam bambu yang masih kental saat ini dapat ditemukan di daerah Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie dan sekitarnya. Selain bude trieng, tradisi yang sudah digeluti warga Garot saban malam lebaran dan di akhir Ramdhan ini yaitu teut karbet (bakar karbet). Warga juga menyulap drum minyak menjadi pelbagai jenis senjata.

‘’Peperangan dengan meriam bambu biasanya dilakukan antara dua kubu dari dua desa yang hanya dibatasi oleh sungai. Kedua kubu ini akan saling serang.” Ujarnya.

Menurutnya, kalau dinyalakan di tempat hampa dan jauh dari pemukiman masyarakat tidak masalah. Tapi nyatanya sekarang ini tradisi menyalakan meriam bambu yang dilakukan msayarakat sudah menggangu ketrentraman masyarakat. Karena itu, muspida dan pihak terkait lainnya harus melakukan penertiban dan mengambil tindakan.

“Sesuatu yang mengatasnamakan Adat, budaya dan tradisi jika sudah mengganggu kenyamanan dan ketrentraman msayrakat harus di hentikan. Dan muspida harus mengambil tindakan tegas” katanya.

Padahal, katanya banyak tradisi lain yang lebih berman faat di Aceh jelang akhir Ramadhan dan malam lebaran selain menyalakan meriam bambu, seperti tradisi mudik, megang idul fitri, silaturrahmi dan lain sebagainya. Tentunya semua tradisi itu harus dipertahankan karena merupakan warisan budaya dan adat Aceh.

Tgk Tarmizi menambahkan yang peting bagi kita orang Aceh ini bahwa nilai-nilai adat itu harus di jaga dengan tunduk kepada Syariat Islam dan jangan melenceng dari nilai-nilai budaya Islam. Jika nilai-nilai positif di jaga dengan baik, maka mayarakat Aceh lebih nyaman beribadah di akhir Ramadhan ini dan ikut gembira menyambut hari raya Idul Fitri.

Jangan lupa simak terus Program Serambi Spiritual mengudara setiap hari selama Ramadhan, mulai pukul 10.00-11.00 WIB bekerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI)

live streaming serambi fm

http://serambifm.com | http://fb.com/Serambinews | http://fb.com/SerambiFM

http://bb.serambifm.com | http://tablet.serambifm.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved