Penembakan di Aceh

Ditembak Musuh Allah

PROF DR Tgk H Safwan Idris MA meninggal dunia Sabtu pagi, 16 September 2000 akibat ditembak dua orang tak dikenal

PROF DR Tgk H Safwan Idris MA meninggal dunia Sabtu pagi, 16 September 2000 akibat ditembak dua orang tak dikenal yang mendatangi rumahnya di Jalan Alkindi, Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Rektor IAIN Ar-Raniry tersebut sempat dirawat sekitar setengah jam di RSU Zainoel Abidin sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Drs Tgk Jailani Idris, abang kandung Safwan Idris, menegaskan pelaku yang menembak adiknya adalah musuh Allah karena mereka tidak senang dengan apa yang diperjuangkan almarhum. “Safwan adalah seorang ulama. Beliau juga seorang pejuang dan mujahid serta mujaddid (pembaharu). Ia ilmuwan yang terus memperjuangkan syariat Islam di atas permukaan bumi ini, khususnya Aceh. Memang, musuh-musuh Allah SWT tidak menginginkan hal tersebut,” kata Tgk Jailani Idris saat menyampaikan sambutan dalam upacara pemakaman almarhum di Desa Meunasah Papeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Safwan Idris ditembak secara sadis di rumahnya, sekitar pukul 06.45 WIB, Sabtu 16 September 2000. Peluru menembus bagian rahang kiri bawah hingga ke belakang. Pihak kepolisian menduga, korban ditembak dalam jarak dekat.

Beberapa sumber Serambi waktu itu mengatakan, pagi itu, sekitar pukul 06.45 WIB, dua pria yang mengendarai sepeda motor mendatangi  rumah Safwan di kompleks IAIN. Pintu depan rumah almarhum masih terkunci.

Melihat ada sepeda motor berhenti, pembantu rumah tangga Safwan mendekat dan menanyakan maksud kedua pria tersebut. Menurut sang pembantu, percakapannya dengan dua ‘tamu’ itu menggunakan bahasa daerah. Kedua tamu mengaku mahasiswa dan ingin bertemu Safwan untuk menyampaikan suatu hal penting.

Pembantu rumah tangga itu kemudian melaporkan maksud pria tak dikenal itu kepada Ny Hj Alawiyah, istri almarhum. Ny Alawiyah mempersilakan tamunya masuk ke ruang tamu, untuk menunggu Safwan yang pagi itu sedang mengoperasikan komputernya  di ruang kerja.

Tanpa curiga sedikitpun, setelah memberi tahu suaminya ada tamu yang sedang menunggu, Ny Alawiyah pergi ke dapur. Sedangkan Safwan menemui kedua tamu tersebut. Tiba-tiba di rumah itu terdengar suara letusan senjata api. Suara itu sempat mengagetkan tetangga sekitar. Ketika Ny Alawiyah coba mencari asal letusan, terlihatlah sang suami sudah dalam posisi telungkup tak sadarkan diri dengan darah berceceran di lantai. Sedangkan kedua tamu lari dan langsung tancap gas dari tempat itu.(litbang si/nas)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved