Puisi
Adawiyah Menari
Adawiyah menari dan cintaku tumpah sepanjang hari tubuhnya halus bagai angin kecil terhembus
Karya Kiki Sulistyo
Adawiyah menari dan cintaku tumpah sepanjang hari
tubuhnya halus bagai angin kecil terhembus
dari daun ke daun, ringan tak tertangkap
sesekali Adawiyah mengerling dan lonceng di hatiku
seketika berdenting, memukul-mukul hening
aku ingin bilang, bila ada bilangan tak berhingga
dia ada di antara yang menampik sorga dan meminta neraka
Adawiyah menari hitungan kekal perputaran bumi,
sesaat mendekat
lalu menjauh hingga tak tersentuh
aku menanti saat bayang kami menipis
berada dalam satu garis,
menjadi gerhana atas gerhana
(2014)
Lagu Tidur
tidurlah anakku
datangi mimpi-mimpimu
mimpi baik tentang kelinci putih
berlarian mengitari rumah
sebab doa-doa berputaran
dan lonceng pagi mengalir
sampai tepi ranjang ini
tidurlah anakku
(2013)
Pesta Meriah Tetangga Sebelah
pesta meriah tetangga sebelah
mengundang awan-awan merendah
asap mengepul bagai sajak kematian
tawa menyalak melepas uap panas
bagi lidah yang luka mengumpulkan serpihan sisa
takdir yang fakir, membentur dinding tebal
tetes minyak dan aroma lemak
berpusing di pikiran orang miskin
angan-angan kelelawar, sasar di tengah kelakar
seperti godaan atas kesetiaan pada kesengsaraan
(2013)
* Kiki Sulistyo lahir di Kota Ampenan, Lombok, 16 Januari 1978. Buku puisinya berjudul Hikayat Lintah (2014). Bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.