Puisi
Tentang Selarat Cinta Ibu
mungkin dunia memang mulai merangkak senja tapi tidak dengan cintamu
Titian
Asmaul Husna
Tentang Selarat Cinta Ibu
mungkin dunia memang mulai merangkak senja
tapi tidak dengan cintamu
kejujuran juga mulai ditingkap oleh kepalsuan
tapi tidak dengan sayangmu
lalu apa lagi yang harus kurindu
jika di bawah bayang menanda
sentuhanmu masih sejuk memanjakan jiwa
mematahkan argumen-argumen kemunafikan
atau gelisah yang menyelinap tanpa izin
wahai perempuanku
wajahmu kini memang mulai menggurat senja
dalam kerentaan yang tak bisa kau paling
tapi cintamu belum menua
masih sama seperti saat pertama kali kita bertatap dan bersedekap
belum ada yang memudar, apalagi kasih yang melarat
bahkan dalam selelap mata
ibu
aku ingin memelukmu
tidak hanya di tanggal 22
tapi seterusnya dalam selarat cinta dan selaksa doa
yang luruh bersama angin dan berpendar bersama cahaya
duhai perempuanku
dalam ratap kusebut namamu
terima kasih,
karena dirimu aku ada
Lhokseumawe, 19 Desember 2014
*Asmaul Husna, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, penikmat sastra, tinggal di Pasee.