Puisi
Pada Sebuah Perhentian
hei, biarkan aku sendiri saja! kau duduklah di sebelah sana
Karya Marina Novianti
hei, biarkan aku sendiri saja!
kau duduklah di sebelah sana
jangan ganggu. aku ingin lanjut membaca
sebelum gaung jam dinding usang sirna
hei, diamlah barang sejenak!
jangan muakkan aku dengan tuak
yang kau tuang di cawan retak
lihat. racauanmu tumpah berserak
kau dan dia datang untuk tertawa
sejenak lupakan decit roda menyayat rasa
aku? kan katamu pemabuk gila!
hendak kujejalkan lembar kisah ke lubuk jiwa
tinggal sedikit lagi masa
tinggal sedikit lagi cahaya
sudah semakin nanar mata
beribu hikayat belum kubaca
Maret 2014
Pada Sebuah Tempat
sungaikah membentuk laut, atau laut membentuk sungai,
tanya ruhmu pada ruhku
saat mata bertaut di atas dua gelas teh hangat
kenapa kaubertanya, bukankah tanya mengundang luka,
kilah ruhku pada ruhmu
pada sebuah tempat kita duduk bersama
agar penentu awal dan akhir ada, dan kita pun tahu sedang menuju atau berpulang,
jelas ruhmu pada ruhku
saat jemari bergenggaman di bawah meja
bisakah kita cari jawabnya, bersama ke seluruh penjuru mata angin,
pinta ruhku pada ruhmu
saat bibir bertukar senyuman
kemudian kita mengangguk setuju
ruh menjadi satu
Agustus 2013
* Marina Novianti, lahir di Medan, 21 November 1971. Buku puisinya yang telah terbit Aku Mati di Pantai (Rayakultura. 2014); Pendar Plasma (Teras Budaya Jakarta). Saat ini Marina bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah di Jakarta.
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |