Puisi
Sempat Indah
Terimakasih sudah mau memetik dawai bersamaku dan puisi ini Alunan terindah yang pernah kita
Editor:
bakri
Karya Annisa Susanti
Terimakasih sudah mau memetik dawai bersamaku dan puisi ini
Alunan terindah yang pernah kita satukan antara musikmu dan susunan bait yang telah kucoba rangkai
Ini yang tergambar di kepalaku tersenyum bersama dan saling beradu pandang
Melemparkan tawa dan haru bahagia yang tak dapat dipendam
Ruangan ini terasa hidup banyak warna dari dinding itu kamu diantaranya
Mejikuhibiniu dengan lengkungan seusai hujan
Lalu kamu menghilang
* Annisa Susanti, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Ar-Raniry