Dena Jamin Produknya Aman Dikonsumsi
PT Duta Ayumas Persada selaku produsen saus cabai merek Dena, Sun Flower, dan Bola Dunia
* Bahan Baku Dipasok dari Aceh
MEDAN - PT Duta Ayumas Persada selaku produsen saus cabai merek Dena, Sun Flower, dan Bola Dunia, memastikan produknya aman dikonsumsi karena tidak mengandung zat berbahaya. Sebelumnya ketiga merek ini sempat dinyatakan berbahaya setelah Polda Sumut mengaku menemukan zat pewarna tekstil.
Bantahan itu disampaikan Direktur PT Duta Ayumas Persada, Tahana Djuandi, dengan menunjukkan hasil uji sampel dari Scofindo Laboratorium yang berkedudukan di Cibitung, Jawa Barat. Pihaknya juga sedang menunggu hasil pemeriksaan serupa di dua laboratorium di Jakarta, dan Bogor.
Mereka mengaku sengaja memilih laboratorium independen untuk menghindari tudingan rekayasa. “Ini lembaga independen. Hasilnya sudah keluar, negatif semuanya. Kita sedang menunggu salinannya,” kata pria yang akrab disapa Jimmy ini, Rabu (25/3).
Ia menegaskan sejak beroperasi tahun 1973, perusahaannya selalu mengedepankan kualitas dan sisi kesehatan. Tanpa dua faktor itu, ia menilai mustahil perusahaan yang terletak di Jalan Raya Namurambe, Kecamatan Delitua, Deliserdang, ini, bertahan hingga sekarang.
Terkait pelanggaran izin edar, penasehat hukum PT Duta Ayumas Persada, Sukiran menegaskan hanya kesalahan teknis. Kendala tersebut terjadi karena ada peralihan sistem pengurusan oleh pemerintah dari manual ke online.
“Sejak awal tetap diurus. Ini hanya dampak peralihan tadi, jadi kalaupun ada produk yang ditarik tidak ada kaitannya dengan produk yang tidak layak konsumsi,” kata Sukiran.
Dalam kesempatan itu, perusahaan juga menghadirkan sejumlah supplier (penyuplai) kebutuhan pokok pembuatan saus cabai yang mereka produksi. Dari situ diketahui hampir seluruh logistik didatangkan dari Aceh, mulai dari cabai, pepaya hingga beras.
“Saya menyuplai pepaya sama beras. Ini sudah berlangsung sejak tahun 1998,” kata Abdul Manaf, penyuplai asal Aceh Utara.
Manaf mengaku setiap bulannya harus menyediakan pepaya sebanyak 30 ton, dan beras 15 ton. Ia memastikan kondisi pepaya harus dalam kondisi bagus, karena bila terlalu lembek akan ditolak sehingga membuatnya rugi.
Sementara cabai yang menjadi bahan utama pembuatan saus didatangkan dari berbagai daerah dan beberapa orang. Maria, salah satu penyuplai cabai yang berkedudukan di Medan harus menambah pasokan cabai dari Kutacane, dan Blangkejeren. “Kalau cuma mengandalkan dari Sumut, ya gak cukuplah. Kan orang ini (Dena) maunya cabai yang bagus,” kata Maria yang sudah menjadi penyuplai sejak 1977.
Kedua penyuplai ini mengaku terkena imbas pemberitaan Dena mengandung zat pewarna tekstil. Sebab sejak kasus ini diungkap Polda Sumut pada 11 Maret, mereka terpaksa menghentikan pasokannya. Hal ini jelas membuat pendapatan mereka hilang.(mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memproduksi-saus-cabai-merek-dena.jpg)