Puisi

Peta .

Di balik tembok berlumut Di semak berilalang panjang

Karya Muhira Assegaf

Di balik tembok berlumut
Di semak berilalang panjang
Di pohon-pohon hijau rindang
Dalam gelap malam
Dalam lindap sunyi senyap
Dalam hati yang sesak padat
Dalam pelupuk mata yang basah
Dalam syair-syair seribu pujangga
Dalam putih kertas
Dalam tiap-tiap bait puisi
Di sekitar cahaya bintang-bintang
Di atas lekuk-lekuk bibir bulan sabit
Di batas senja dan laut barat
Di bawah gulungan ombak-ombak pantai
Di garis warna-warni pelangi
Di kota mati
Dimana-mana.
Lalu, harus ke mana lagi kutemukanmu?
Haruskah kulebarkan peta hingga ke angkasa lalu
menembus lapisan-lapisan langit?
Atau haruskah kubuatkan kau sebuah peta?
Menemukanmu, aku terlalu sesat.

4 Februari, 2015

* Muhira Assegaf, mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved